NYAMAN : Seorang ibu menggendong anaknya usai memberikan ASI di ruang laktasi atau ruang menyusui di RSUD Kota Depok, Jalan Muchtar Raya, Kecamatan Sawangan. FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
NYAMAN : Seorang ibu menggendong anaknya usai memberikan ASI di ruang laktasi atau ruang menyusui di RSUD Kota Depok, Jalan Muchtar Raya, Kecamatan Sawangan. FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK Guna memenuhi kebutuhan gizi pada bayi, pemberian Air Susu Ibu (ASI) secara eksklusif sangat penting dilakukan ketika anak berusia 0-6 bulan pertama.

Sayangnya, bila merujuk data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok menyebutkan, ibu yang memberikan ASI-nya kepada bayi hanya 52,87 persen di 2018.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kota Depok, May Haryanti mengatakan, data itu turun dari tahun 2017 bahwa Ibu yang memberikan ASI ekslusif kepada bayinya sekitar 55,33 persen. Artinya ada penurunan sebesar 2,46 persen ibu yang memberikan ASI kepada anaknya.

“Harapan kami 100 persen tapi di nasional sendiri tidak seperti itu, mudah-mudahan di 2019 terus meningkat lebih dari 52,87 persen pada 2018 lalu,” kata May kepada Radar Depok, di Balaikota, Jumat (6/9).

Dia menyebutkan, masyarakat Kota Depok banyak ditemukan masih menggunakan pola lama atau orangtua terdahulu. Seperti langsung memberikan makanan pendamping ASI di usia rentang 0-6 bulan.

Padahal di usia itu, bayi-bayi tidak boleh terkontaminasi dengan asupan apapun selain ASI. Hal itu guna menambah kekuatan bayi dalam menjaga daya tahan tubuhnya. Apabila bayi tidak mendapatkan ASI, akan mudah terjangkit virus dan penyakit lainnya.

“Makanya kami selalu tekankan kepada petugas di posyandu untuk menyosialisasikan kepada masyarakat minimal memberikan ASI eksklusif kepada anaknya,” beber May.

Sebab itu, Pemerintah Kota Depok melalui bidang promosi kesehatan telah mengimbau kepada pengelola pusat perbelanjaan (mal) dan perkantoran untuk menyediakan ruang laktasi. Tujuannya, untuk memberikan ruang kepada ibu menyusui agar hak anaknya dalam mendapatkan ASI tetap terpenuhi.

“Termasuk gedung Balaikota Depok, kantor kelurahan, kecamatan, puskesmas, bank, dan tempat lainnya sudah diimbau. Hal ini guna meningkatkan pemberian ASI ekslusif,” pungkas May.

Ia melanjutkan, dinkes memberi penghargaan kepada para ibu yang telah berhasil memberikan ASI eksklusif. Pemberian penghargaan ini menjadi salah satu upaya mewujudkan capaian tumbuh kembang optimal bagi bayi di Kota Depok.

Pihaknya mengapresiasi para ibu yang sudah memberi ASI eksklusif dengan penghargaan tersebut. Mereka merupakan hasil seleksi dari setiap Puskesmas kecamatan yang ada di wilayah Depok.

“Kami mengapresiasi 35 ibu pemberi ASI eksklusif selama enam bulan kepada bayinya,” tutur May.

Dikatakannya, penghargaan yang diberi bertujuan untuk meningkatkan cakupan ASI ekslusif dan cakupan gizi bagi balita. Selain juga memotivasi kepada para ibu untuk memberi ASI untuk pertumbuhan bayi. “Reward tersebut guna meningkatkan cakupan ASI eksklusif di Kota Depok yang merupakan salah satu upaya pencegahan stunting,” jelasnya.

Dirinya mengharapkan, dengan adanya penghargaan tersebut dapat meningkatkan cakupan ASI ekslusif di Depok. Sebab, ASI sangat berperan penting dalam tumbuh kembang bayi di masa depan.

“Kami harap dengan reward ini bisa memberi motivasi ke para ibu menyusui agar memberi ASI eksklusif hingga usia dua tahun,” pungkasnya. (rd)

 

Data dan fakta pemberian ASI ekslusif di Kota Depok :

– 2017: 55,33 persen

– 2018: 52,87 persen

– Bayi mendapatkan ASI pada usia 0 sampai 6 bulan

 

Keunggulan Bayi konsumsi ASI :

– Daya tahan tubuh tinggi

– tidak mudah terjangkit virus dan penyakit

– Kontak ibu dan anak tinggi

 

Upaya Dinkes :

– Sosialisasi oleh Kader Posyandu untuk mengajak orangtua memberikan ASI ekslusif.

– Menginstruksikan ke pada pengelola mal dan perkantoran untuk menyediakan raung laktasi

 

Adapun zat-zat kekebalan yang terdapat dalam ASI :

– Imunoglobulin : Melindungi tubuh terhadap infeksi

– Zat anti stapilokokus : Menghambat pertumbuhan stapilokokus

– Komplemen C3 dan C4 Mempunyai daya opsenik

– Lisozim : Menghancurkan dinding sel bakteri

– Laktoperoksidase : Membunuh streptococcus

– Laktoferrin : Membunuh beberapa jenis organisme

– Sel darah putih : Fagositosit, membuat C3 dan C4, Laktoferin, S IgA.

 

Manfaat ASI bagi bayi

  1. Manfaat Kesehatan :

– 6-8 kali lebih jarang menderita kanker anak seperti leukemia limphositik, neuroblastoma, lymphoma maligna

-16,7 kali jarang kena pneumonia

– 3 kali lebih jarang terkena risiko dirawat karena sakit saluran pernafasan dibandingkan dengan bayi yang diberikan susu formula

– 47 persen jarang mencret, 23,5 persen jarang fatal

– Menghindarkan dari kurang gizi, kurang vitamin dan mengurangi risiko kencing manis

– Mengurangi risiko penyakit jantung dan pembuluh darah juga penyakit menahun seperti usus besar

– Anak biasanya lebih jarang alergi

– Menurunkan serangan asma

 

  1. Manfaat ASI untuk kecerdasan dan otak

– Hasil penelitian di Inggris dari 1.736 anak ASI umumnya mempunyai pendidikan yang tinggi. Penelitian ini tidak membedakan latar belakang sosial ekonomi

– Penelitian di Denmark terhadap 3.253 orang menemukan fakta bayi yang disusui sejak kurang 1 bulan IQ-nya lebih rendah dibandingkan dengan yang disusui 7-9 bulan. Jadi, ada korelasi pemberian ASI dengan tingkat IQ

– Metaanalisa menemukan terhadap 40 penelitian, bahwa 68 persen menyimpulkan menyusui meningkatkan kepandaian

Jurnalis : Nur Aprida Sani (IG : @apridasani)

Editor : Pebri Mulya