LAUTAN SAMPAH : Petugas saat memasang plang larangan membuang sampah di Kampung Bojong Lio RT02/28 Kelurahan Sukamaju, Cilodong. Senin (16/9). FOTO : ARNET/RADAR DEPOK
LAUTAN SAMPAH : Petugas saat memasang plang larangan membuang sampah di Kampung Bojong Lio RT02/28 Kelurahan Sukamaju, Cilodong. Senin (16/9). FOTO : ARNET/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, CILODONG – Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok menutup Tempat Pembuangan Sampah (TPS) liar yang berada di  Kampung Bojong Lio RT02/28 Kelurahan Sukamaju, Cilodong. Hal tersebut ditandai dengan pemasangan plang dari petugas DLHK.

Saat dikonfirmasi, Kabid Kebersihan DLHK Depok, Iyay Gumilar membenarkan adanya penutupan TPS liar tersebut dengan memasang papan larangan membuang sampah berikut dengan sanksi bagi yang melanggar

“Benar kami tutup, setelah menerima laporan dari salah satu teman, petugas segera kesana memasang peringatan,” kata Iyay kepada Radar Depok.

Ia mengungkapkan, selain papan larangan yang dipasang petugas DLKH Kota Depok, di TPS liar tersebut sebenarnya sudah ada plang peringatan dari LSM atau Ormas. Namun, ia tidak mengetahui ihwal dan siapa yang memasangnya.

“Kita sih langsung sama koordinasi sama RT, semoga aja sudah ditutup dengan spanduk peringatan masyarakat tersadar tidak buang sampah sembarangan,” ucap Iyay.

Salah satu warga sekitar yang kediamannya dari lokasi, Vince Rosmery menuturkan bahwa sampah ini sudah berdampak bagi kesehatan maupun lingkungan. Selain virus yang tersebar dan menjangkit setiap anak disini, kualitas air juga menghantui warga.

“Jelas kena pidana bagi pengelola sampah karena telah membiarkan kesehatan dan pencemeran berlangsung lama. Itu ada di pasal 29 ayat 1 dan pasal 40 ayat 1 2008 tentang pengelolaan sampah,” ungkap wanita yang aktif sebagai pegiat lingkungan tersebut.

Sementara, Ketua RW 29 Sukamaju, Heni Kuncorowati juga sudah lelah dengan kondisi yang sangat memprihtinkan tepat dibelakang lingkungannya. Namun hingga berlarut-larut tak ada tindakan serius.

“Betul itu dibelakang taman manggis, belakang RW aku. Bau nya sudah nggak heran lagi,” ucap Heni. (rd)

 

Jurnalis : Arnet Kelmanutu (IG : @kelmanutuarnet)

Editor : Pebri Mulya