Ketua KUD Soliamitra, Suhada (Tengah) bersama rekannya. FOTO : ISTIMEWA

 

Ketua KUD Soliamitra, Suhada (Tengah) bersama rekannya. FOTO : ISTIMEWA

 

Pasca pelantikan Anggota DPRD Kota Depok periode 2019-2024, asa dari berbagai berbagai elemen pun bermunculan. Salah satunya di dari sektor koperasi yang didengungkan Koperasi Unit Desa Soliamitra.

Laporan : Ricky Juliansyah

 

RADARDEPOK.COM, – Kali ini awak Radar Depok menjumpai pentolan atau Ketua KUD Soliamitra, Suhada. Di kantor koperasi yang berdomisili di Jalan Limo Raya, nomor 5 Kecamatan Limo, sambil ditemani kopi hitam dan bising mesin kendaraan yang lalu lalang, Suhada pun memulai obrolan.

Tapi, untuk mengenal KUD Soliamitra tidak pada bahasan yang sekarang ingin ditampilkan awak Radar Depok, itu ada lagi rublik tiga edisi tayang beruntun yang sedang disiapkan. Saat ini, lebih kepada harapan dari KUD Soliamitra terhadap Anggota DPRD Kota Depok periode 2019-2024 yang dilantik 3 September kemarin.

Tentunya, lebih spesifiknya untuk anggota dewan yang duduk di Komisi B, dimana dalam satu bidang kerjanya termasuk mengurusi perekonomian dan koperasi.

“Harapannya, koperasi di Depok menjadi perhatian serius bagi legislatif dan eksekutif,” kata Suhada.

Dari segi anggaran pun, sambung Suhada, porsi untuk koperasi haris ditingkatkan, juga usulan tentang pelatihan-pelatihan, studi banding ke wilayah yang koperasinya lebih maju dapat dilakukan guna melakukan transfer ilmu bagi pengurus koperasi-koperasi yang ada di Depok.

“Promosi koperasi pun harus lebih gencar, termasuk intervensi anggaran dari APBD. Sehingga, koperasi dapat berjaya dan berdaya guna bagi kemaslahatan masyarakat Kota Depok,” ucapnya.

Sebab, dalam sistem perekonomian Indonesia dikenal ada tiga pilar utama yang menyangga perekonomian, yaitu Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Swasta (BUMS), dan Koperasi. Dari ketiga pilar itu, walaupun koperasi sering disebut sebagai soko guru perekonomian Indonesia, namun secara realita merupakan pilar ekonomi yang jalannya paling tertinggal dibandingkan dengan BUMN dan BUMS.

“Jangan sampai hanya menjadi jargon saja. Tetapi, benar-benar dapat berkembang dan maju demi mengangkat perekonomian rakyat,” paparnya.

Ia menambahkan, KUD Soliamitra yang berdiri sejak 1991 pun kini sudah beranggotakan 3.500 orang, dengan berbagai unit usaha, seperti simpanan dan Pembiayaan syariah sejak 1991, Kelistrikan (PPOB) sejak 1992, minimarket sejak 1994, Property (kavling) sejak 2006, PT Seraya sejak 2009, Grosir (sekarang DC) sejak 2013 dan unit Umroh sejak 2017.

“Jumlah karyawan kami sekitar 96 orang. Semoga koperasi di Depok dapat lebih berkembang lagi. Makanya, saya titipkan asa pengurus koperasi kepada anggota dewan yang baru dilantik” pungkas Suhada. (rd)

 

 

Editor : Pebri Mulya