Imam Nahrawi dan Andi Mallarangeng.
Imam Nahrawi dan Andi Mallarangeng.

 

JAKARTA – Imam Nahrawi menambah catatan kelam di tubuh Kementerian Pemuda dan Olahraga. Pasalnya, pria berdarah Madura ini, menjadi Menpora RI kedua yang ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sebelumnya sudah ada Andi Mallarangeng yang ditetapkan sebagai tersangka karus korupsi pengadaan sarana dan prasana kompleks olahraga di Hambalang, Bogor pada Desember 2012. Sedangkan Imam Nahrawi ditetapkan tersangka atas kasus suap pemberian dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) pada Kamis (18/9).

Bahkan sebelumnya, beberapa pejabat di Kemenpora juga tersandung kasus korupsi. Mantan Deputi IV bidang peningkatan prestasi olahraga Kemenpora Mulyana divonis empat tahun enam bulan penjara. Sedangkan staf Kemenpora Adhi Purnomo dan Eko Triyanta dipenjara empat tahun dan denda Rp200 juta subsider dua bulan kurungan. Mereka terbukti menerima suap dari mantan Sekjen KONI Ending Fuad Hamidy.

Kala itu, Andi Mallarangeng menjalani tiga kali pemeriksaan setelah ditetapkan sebagai tersangka. Andi baru bisa ditahan KPK pada 17 Oktober 2013, usai menjalani pemeriksaan ketiga selama kurang lebih enam jam.

Pada 18 Juli 2014, saudara kandung Choel Mallarangeng itu kemudian divonis empat tahun penjara dan denda Rp200 juta subsider dua bulan penjara. Vonis itu lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum yang menuntutnya 10 tahun penjara.

Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta menilai, Andi terbukti melakukan korupsi terkait proyek pembangunan Pusat Pendidikan, Pelatihan, Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) Hambalang sebagaimana dakwaan alternatif kedua.

Andi dianggap membiarkan Sekretaris Menpora, Wafid Muharram melampaui wewenang menteri dalam penetapan pemenang lelang atas pengadaan barang atau jasa di atas Rp50 miliar.

Wafid sendiri sudah divonis tiga tahun penjara ditambah denda Rp150 juta subsider tiga bulan kurungan oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor pada April 2012. (net/rd)

 

Editor : Pebri Mulya