Rektor Universitas Indonesia, Prof. Muhammad Anis.
Rektor Universitas Indonesia, Prof. Muhammad Anis.

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Perkembangan teknologi yang kian meningkat di Indonesia ternyata belum dibarengi dengan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM). Sehingga banyak perusahaan berbasis teknologi yang memerlukan pekerja profesional dari luar negeri, salah satunya India.

Guna memecahkan permasalahan ini, beberapa waktu lalu Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengatakan Indonesia memerlukan hampir sembilan juta SDM yang handal dibidang teknologi (digital talent). Kampus ternama di nusantara ini, Universitas Indonesia turut angkat bicara terkait masalah tersebut.

Rektor Universitas Indonesia, Prof. Muhammad Anis sepahaman dengan Menteri Rudiantara bahwa Indonesia masih sangat membutuhkan pekerja profesional ahli IT. Dimana bukan hanya untuk menghadapi era teknologi industri 4.0, tapi sekaligus bekal kemampuan untuk mereka.

“Ini menjadi sebuah peluang, untuk generasi penerus agar mengembangkan talenta (kemampuan) mereka,” kata Prof Anis di kampus UI, Beji, Selasa (10/9).

Menurut Anis, generasi milenial yang saat ini berada di tingkat akhir Sekolah Menengah Atas (SMA) untuk menyusun strategi serta menyiapkan diri memasuki perguruan tinggi. Diluar itu remaja Indonesia juga harus mengasah kemampuan yang dimiliki.

“Melalui pendidikan keterkinian yang didukung oleh teknologi. Dipastikan mereka menjadi pionir untuk membantu mengembangkan bangsa,” jelas Anis.

Sebelumnya Menteri Rudiantara membeberkan bahwa sampai 2030 mendatang Indonesia membutuhkan sekitar sembilan juta SDM yang ahli teknologi. Jumlah ini merujuk pada studi World Bank.

Untuk mencapai itu semua, pihaknya bekerjasama dengan perguruan tinggi di Indonesia. Seperti menerapkan kurikulum yang digunakan oleh akademi perusahaan teknologi besar di dunia.

“Seperti yang digunakan oleh akademi semua global techcompany, di antaranya Google, Microsoft, mereka punya akademi-akademi yang bagus di negaranya. Setiap akademi yang bagus itu ditunjang dengan silabus dan mata pelajaran yang bagus-bagus,” pungkas Rudiantara. (rd)

 

Jurnalis : Nur Aprida Sani (IG : @apridasani)

Editor : Pebri Mulya