Lantaran jadi tersangka kasus korupsi, Imam Nahrawi harus melepaskan jabatannya sebagai Menpora. FOTO : ISTIMEWA
Lantaran jadi tersangka kasus korupsi, Imam Nahrawi harus melepaskan jabatannya sebagai Menpora. FOTO : ISTIMEWA

 

JAKARTA – Status Imam Nahrawi sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), secara otomatis langsung gugur usai ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK kasus suap dana hibah dari Pemerintah untuk KONI, Rabu (18/9). Hal itu disampaikan oleh Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Kantor Staf Kepresidenan, Ali Mochtar Ngabalin.

“Iya ada yurisprudensi ya, paling tidak itu secara otomatis. Iya secara otomatis (mundur dari jabatannya), diminta tidak diminta secara otomatis itu,” ucap Ngabalin.

Penetapan tersangka tersebut, juga menjadi bukti bahwa pemerintah tidak mengintervensi kinerja KPK. Meskipun sudah ditetapkan sebagai tersangka, tetap tidak akan ada yang bisa mengintervensi.

“Dalam upaya pemberantasan korupsi kemudian dengan apa yang telah ditetapkan KPK hari ini, tentu saja tidak ada satu orang pun yang bisa melalukan intervensi. Sehingga publik memberikan kepercayaan kepada KPK atas perintah undang-undang, tinggal nanti kita lihat seperti apa prosesnya kan,” kata dia.

Soal kemungkinan reshuflle kabinet jika Imam Nahrawi mundur dari jabatannya, menurutnya Ngabalin itu hak prerogratif Presiden. Karena itu dirinya tak mengetahui terkait kemungkinan adanya reshuflle.

“Kalau itu tentu menjadi hak prerogatif presiden seperti apa nanti tentu Presiden yang memiliki kewenangan terkait dengan penetapam tersangka Imam Nahrawi. Kewenangan ini menjadi hak prerogatif presiden, itu kita belum tahu,” tandasnya.

Untuk diketahui KPK menetapkan dua orang tersangka dalam kasus suap dana hibah KONI. Dua tersangka tersebut yakni Imam Nahrawi dan Miftahul Ulum.

Selain itu KPK juga menentapkan asisten pribadi Imam Nahrawi, Miftahul Ulum sebagai tersangka dalam pengembangan kasus suap dana hibah dari pemerintah untuk Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Ia mengatakan, Imam Nahrawi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pengembangan terkait penyaluran pembiayaan dengan skema bantuan pemerintah melalui Kemenpora kepada KONI tahun 2019.

Untuk tersangka Ulum sebelumnya sudah lebih dahulu dilakukan penahanan sejak Rabu (11/9/2019). Ulum ditahan selama 20 hari pertama di rutan KPK cabang K-4.

Ulum dan Imam Nahrawi disangkakan dengan Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 12 B atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan atas UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo Pasal 64 ayat (1) KUHP. (net/rd)

 

Editor : Pebri Mulya