INGATKAN : Kasi Pemerintahan dan Tramtib Kelurahan Pasir Putih, Muhammad Tondi Andri saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (16/9). FOTO : DICKY/RADARDEPOK
INGATKAN : Kasi Pemerintahan dan Tramtib Kelurahan Pasir Putih, Muhammad Tondi Andri saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (16/9). FOTO : DICKY/RADARDEPOK

 

RADARDEPOK.COM, PASIRPUTIH – Wilayah Kelurahan Pasir Putih, Sawangan menjadi salah satu lokasi strategis untuk dijadikan wilayah permukiman. Sehingga banyak pengembang membangun perumahan disana.

Guna mencegah pelanggar Izin Mendirikan Bangunan (IMB), Kelurahan Pasir Putih meminta pihak pengembang untuk mentaati Peraturan Daerah (Perda) Kota Depok.

Kasi Pemerintahan dan Tramtib Kelurahan Pasir Putih, Muhammad Tondi Andri mengatakan, tanpa disadari wilayah Pasir Putih menjadi wilayah permukiman masyarakat.

Hal itu dapat dilihat mulai banyaknya masyarakat yang tinggal diwilayah Pasir Putih dan pengembang membangun perumahan diwilayah Pasir Putih. “Sekitar 20 Perumahan berdiri diwilayah Kelurahan Pasir Putih,” ujar Tondi kepada Radar Depok, Senin (16/9).

Tondi menjelaskan, banyaknya pengembang membangun perumahan jangan mencari keuntungan semata, namun harus memperhatikan Perda Kota Depok yakni Perda IMB No2 Tahun 2016 tentang Izin Mendirikan Bangunan. Menurutnya, pengurusan IMB menjadi syarat mutlak yang harus dipenuhi pengembang perumahan, apabila terjadi pelanggaran akan diberikan sanksi atau penyegelan.

Tondi menuturkan, selain IMB pihak pengembang harus mentaati peraturan dan tidak mendirikan bangunan di Garis Sepandan Sungai (GSS). Bangunan yang melanggar GSS akan dilakukan pembongkaran karena melanggar peraturan GSS dan mempersempit ruang gerak sungai dan sebaiknya membangunan tidak berdekatan dengan sungai maupun kali.

“Patuhi Perda Kota Depok dan tata tertib yang telah ditentukan sebelum membangun,” tutup Tondi. (rd)

 

Editor : Dicky Agung Prihanto (IG : @iky_slank)

Jurnalis : Pebri Mulya