Mendikbud Muhadjir Effendy (kiri) saat melakukan sidak UNBK di SMK El Hayat, Kota Malang. FOTO : JAWAPOS.COM
Mendikbud Muhadjir Effendy (kiri) saat melakukan sidak UNBK di SMK El Hayat, Kota Malang. FOTO : JAWAPOS.COM

 

JAKARTA – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyiapkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) afirmasi untuk  sekolah-sekolah. Dana Bantuan tersebut, berbeda dengan dana BOS regular, yang selama ini disalurkan ke sekolah-sekolah.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy menjelaskan, maksud dari BOS afrimasi yakni untuk mendukung operasional sekolah dan mengakselerasi pembalajaran, termasuk untuk perkembangan teknologi. Dana BOS tersebut, tidak untuk semua sekolah, tetapi untuk sekolah yang berada di daerah tertinggal dan sangat tertinggal.

“Untuk dana BOS afirmasi dianggarkan Rp2,85 triliun,” jelasnya.

Tidak berhenti disitu saja, tetapi Kemendikbud juga menyiapkan dana BOS kinerja untuk sekolah yang dinilai berkinerja baik dalam menyelenggarakan layanan pendidikan. Jumlahnya mencapai Rp 1,5 triliun.

Muhadjir menuturkan, tahun ini program digitalisasi sekolah akan direalisasikan untuk 30.227 sekolah melalui BOS afirmasi dan 6.004 sekolah melalui BOS kinerja.

Melalui program itu, pemerintah akan memberikan komputer tablet sebagai sarana pembelajaran di sekolah. Target penerima adalah 1,753 juta siswa kelas VI, kelas VII, dan kelas X se-Indonesia.

Sebagai langkah awal, program itu akan diluncurkan di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, pada 18 September 2019.

Muhadjir menuturkan, salah satu tantangan saat ini adalah akses pendidikan di daerah pinggiran, pendidikan karakter, dan perkembangan teknologi yang belum merata. Karena itu, pihaknya akan fokus untuk mengejar hal tersebut.

”Tahun depan kalau bisa sepuluh kali lipat. Dengan begitu, digitalisasi sekolah bisa berjalan secepat mungkin,” tegasnya.

Untuk memastikan penggunaan sarana pembelajaran berfungsi dengan baik, Kemendikbud bekerja sama dengan berbagai kementerian/lembaga pemerintah. Untuk jaringan internet, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informasi. Sedangkan untuk energi listrik, Kementerian ESDM sudah menyanggupi.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kemendikbud Didik Suhardi menambahkan, kepala dinas pendidikan akan dilibatkan penuh. Diharapkan, kepala dinas bisa ikut memberikan pembinaan kepada sekolah.

”Juga, mengawasi sekolah agar betul-betul memberikan peralatan yang sesuai dengan yang diharapkan. Jangan sampai membeli yang tidak diperlukan,” ungkapnya. (jwp/rd)

 

Editor : Pebri Mulya