KOMUNITAS: Bupati Sukabumi, Marwan Hamami saat menghadiri perayaan Ulang tahun ke delapan YKCS. FOTO :RUBIAKTO/RADAR DEPOK
KOMUNITAS : Bupati Sukabumi, Marwan Hamami saat menghadiri perayaan Ulang tahun ke delapan YKCS. FOTO :RUBIAKTO/RADAR DEPOK

 

Banyak cara untuk menjalin persaudaraan terlebih dengan bergabung dengan klub motor. KRAC, kerap menjalin silaturahmi dengan melakukan touring ke berbagai kota.

Laporan: Rubiakto

RADARDEPOK.COM – Saling sapa saat bertemu di jalan menjadi salah satu ciri khas pengguna RX king di Indonesia. Entah siapa yang memulai kebiasaan tersebut, tapi serentak kebiasaan tersebut diikuti oleh seluruh ‘kingers’ (sapaan pengemudi RX king, red). Saling Blater (memainkan gas,red) atau mengangkat tangan seperti sudah menjadi hal wajib kala kingers bertemu di jalan.

“Tali persaudaraan antara kingers sangat kental, dan itu yang menjadikan kami masih tetap solid dengan para kingers, dimana pun, dengan siapapun,” kata ketua KRAC, Ramlansyah.

Dia juga mengaku kerap mendatangi undangan dari komunitas RX king di berbagai kota. Dalam pertemuan yang di prakarsai oleh salah satu komunitas biasanya para penghobi saling bertukar pikiran, tentang perawatan tunggangannya.

Tak jarang mereka juga saling bertukar sparepart. Karena memang motor RX king termasuk motor tua, sehingga sparepart agak sulit di dapat. “Penghobi motor tua itu gampang-gampang susah, jadi untuk mencari sparepart kita tidak hanya mendapatkan di toko, tapi dari mulut ke mulut,” kata Ramlan.

Kemarin, komunitas RX king juga berkumpul di Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, dalam perayaan ulang tahun ke delapan Yamaha King Club’ Sukabumi YKCS. Nampak ribuan kingers yang hadir dalam acara tersebut, bahkan acara tersebut di hadiri bupati Sukabumi, Marwan Hamami.

Selain itu, menurutnya dengan menjalin komunikasi, antara anggota komunitas juga dilatih untuk menjadi keluarga. Dikala ada yang sakit, setiap anggota diminta kesadarannya untuk saling membantu. “Belum lama ada anggota kami yang rumahnya kebakaran, secara spontan anggota langsung mengumpulkan dana, dan membantu ke rumah duka. (bersambung)

 

Editor : Pebri Mulya