EVAKUASI: Petugas sedang memberikan pertolongan dan mengevakuasi korban kecelakaan tunggal di jalan Tol Jagorawi KM 36, Desa Cipambuan, Kecamatan Babakan Madang, Minggu (15/9). FOTO : ISTIMEWA
EVAKUASI : Petugas sedang memberikan pertolongan dan mengevakuasi korban kecelakaan tunggal di jalan Tol Jagorawi KM 36, Desa Cipambuan, Kecamatan Babakan Madang, Minggu (15/9). FOTO : ISTIMEWA

 

RADARDEPOK.COM, BOGOR – Kecelakaan yang terjadi di Tol Jagorawi KM 36 Desa Cipambuan, Kecamatan Babakan Madang, Minggu (15/9) dipastikan hanya melibatkan satu kendaraan.

Dari hasil olah TKP, informasi jumlah korban yang meninggal dunia di tempat ada tiga orang dan saat ini jenazah dievakuasi ke RSUD Ciawi. Sedangkan untuk tiga orang yang mengalami luka berat dievakuasi ke Rumah Sakit EMC Sentul, dan tiga orang lainnya luka ringan.

Berdasarkan data yang diperoleh Radar Depok, satu penumpang atas nama Yuldi Bongga mengalami luka ringan lecet di tangan kiri, tercatat sebagai mahasiswa dan beralamat di Ratu Jaya RT005/RW004 Kelurahan Ratu Jaya, Kecamatan Cipayung. Yuldi kemudian di bawa ke RS EMC Sentul Selatan guna penanganan medis.

Penulusuran Radar Depok, Yuldi ternyata sudah tidak lagi berdomisili di alamat tersebut sejak tiga tahun silam. Hal itu dibenarkan oleh Ketua RT005, Karlina.

“Sudah pindah sama keluarganya, sudah lama. Lebih dari tiga tahun. Setahu saya rumahnya di jual,” kata Karlina kepada Radar Depok.

Lokasi di wilayah ini cukup padat penduduk, hingga tak satu pun warga yang mengenal nama Yuldi Bongga atau bapak Bongga. Karlina juga tak tahu persis nomor dari kediaman korban. “Yang pasti saya tahu nama itu, dia benar warga sini dan sudah pindah ke Bogor. Mungkin saja belum mengurus identitasnya,”

Ketua RW04, Kardi baru mengetahui bahwa salah satu korban kecelakaan adalah warganya yang kini sudah pindah menetap di Bogor.

“Saya sudah coba tanya sama bu RT, benar itu dulu warganya, sekarang sudah bukan lagi,” ungkapnya.

Yuli Bongga salah satu korban kecelakaan di tol jagorawi yang cukup menarik perhatian masyarakat. Pria kelahiran 1993 asal Riau ini dijadikan saksi guna mendalami kecelakaan tersebut.

“Kejadian tersebut merupakan kecelakaan tunggal yang melibatkan mobil APV No Pol F 1196 DH, yang mengalami pecah ban belakang sehingga menyebabkan mobil oleng dan terguling,” ungkap Satlantas Polres Bogor.

Senada, disampaikan Humas PT Jasa Marga Faiza Riani kepada wartawan, Minggu (15/9). Menurut Faiza, tidak ada kendaraan lain yang terlibat dalam kecelakaan ini . “Mobil APV kehilangan kendali,” kata Faiza.

Kecelakaan tersebut menyebabkan kemacetan panjang. Informasi yang dihimpun, kecelakaan berawal saat mobil APV bernopol F 1196 DH melaju kencang dari arah Bogor menuju Jakarta. Tepat di KM 36 mobil mengalami pecah ban belakang sebelah kanan. Saat itu, mobil yang dikendarai Josni Jafet Tigor hilang kendali dan terguling beberapa kali.

Saat kejadian terdapat sembilan penumpang di dalam mobil nahas tersebut. Tiga orang tewas ditempat kejadian, tiga orang luka berat dan tiga lainnya luka ringan. Dalam video yang beredar, terlihat satu korban tergeletak di kolong mobil. Warga yang melintas berusaha mengevakuasi korban yang diduga sudah meninggal dunia. Terlihat juga beberapa korban tergeletak di badan jalan dengan berlumuran darah.

“Benar ini kecelakaan tunggal. Sebuah Suzuki APV hilang kendali dan terguling,” ujar Faiza.

Tiga korban meninggal yaitu Abraham Mbiliyor, warga Griya Katulampa, Kelurahan Katulampa, Kecamatan Kota Bogor Timur, Kota Bogor. Yehezkiel Giovanni Reinaldo, warga Aes Nasution, Kelurahan Gadang, Kecamatan Banjarmasin, Kota Banjarmasin, dan Abdiwijaya Tamba (17), warga Griya Katulampa Block C, Nomor 18, Kota Bogor.

Selain korban meninggal, ada juga tiga korban yang mengalami luka berat, termasuk pengemudi atas nama Josni Jafet Tigor. Sementara dua lainnya merupakan penumpang atas nama Santa Hagar Mbiliyora, Rasio BR Tamba.

“Ada tiga korban mengalami luka ringan Irene Betzy, Yuldi Bogga dan Kristine,” kata Kabidhumas Polda Jabar Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko.

Menurutnya, saat ini petugas masih melakukan pemeriksaan di lapangan. “Mengecek para korban ke RS EMC Sentul,RS Bina Husada dan RSUD Ciawi,” kata Truno.

Sementara itu, Kasatlantas Polres Bogor, AKP Fadli Amri menyebutkan, korban meninggal kecelakaan maut tersebut di antaranya di duga pelajar. “Petugas masih mendata identitas korban,” kata AKP Fadli.

Fadli menjelaskan, kendaraan APV bernopol F 1196 DH melaju dari arah Bogor menuju Jakarta. Sebelum simpang keluar Tol Sentul Selatan, mobil mengalami pecah ban belakang sebelah kanan. Mobil kemudian tak terkendali dan oleng ke kiri hingga terguling beberapa kali. Korban terpental ke badan jalan dan meninggal di tempat.

“Ini kecelakaan tunggal,” kata Fadli. (rd)

 

Jurnalis : Arnet Kelmanutu, M. Agung HR, Rubiakto

Editor : Pebri Mulya