Oleh : Asep Yana Yusyama

 

Pendidikan adalah pondasi sebuah negara, itu termaktub dalam UUD 1945 pasal 31 ayat 1 “Setiap Warga Negara berhak mendapatkan pendidikan.” Artinya, setiap warga negara memilki hak sama, tidak boleh terjadi diskriminasi, itu salah satu tugas utama negara. Namun, pendidikan bukan hanya tugas pemerintah, semua pihak wajib terlibat menuntaskan amanat kemerdekaan. Hal tersebut menjadi alasan utama Program Studi Pembangkit Tenaga Listrik, Jurusan Teknik Mesin, Politeknik Negeri Jakarta mengadakan program Pengabdian Kepada Masyarakat dengan tema “Pelatihan Perawatan Dasar Sepeda Motor Untuk Anak Jalanan Di Sekolah Master, Yayasan Bina Insan Mandiri, Depok, Jawa Barat.”

Sekolah Masjid Terminal yang memilki akronim Master merupakan sekolah di bawah naungan Yayasan Bina Insan Mandiri (YABIM) bagi anak-anak dhuafa yang terletak di Terminal Terpadu Kota Depok dengan alamat Jalan Margonda Raya No. 58, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat. Sekolah Master memiliki beberapa fasilitas, salah satunya yaitu Bengkel Motor sebagai wadah pengembangan minat dan bakat. Namun sangat disayangkan, saat ini Bengkel Motor Sekolah Master vakum.

Tidak beroperasinya Bengkel Motor Sekolah Master dikarenakan tidak adanya instruktur atau pelatih yang membimbing serta fasilitas bengkel yang tidak memdadai disebabkan oleh pelatih bengkel berpindah tugas di Instansi lain dan anak didik yang sudah memiliki keterampilan dalam mengoperasionalkan fasilitas bengkel sudah tidak ada di Sekolah Master. Selain itu, minimnya fasilitas seperti peralatan tangan (handtools) dan peralatan mesin (powertools) yang ada di Bengkel Motor Sekolah Master menjadi salah satu faktor terhambatnya pengembangan minat dan bakatdalam hal permesinan bagi para anak didik Sekolah Master.

Sehubungan dengan kendala yang ada di Sekolah Master, Program Studi Pembangkit Tenaga Listrik, Jurusan Teknik Mesin, Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) mengadakan pengabdian kepada masyarakat di Sekolah MasTer pada Sabtu, 14 September 2019 dan Minggu, 15 September 2019 untuk membantu memberikan pelatihan perawatan dasar sepeda motor untuk menambah wawasan dan keterampilan anak didik Sekolah MasTer. Selain memberikan pelatihan perawatan dasar sepeda motor, terdapat penyediaancompressor dan mesin steamguna menunjang kegiatan pembelajaran di Bengkel Motor Sekolah MasTer. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diikuti oleh siswa Sekolah Master sejumlah 19 orang, dosen Jurusan Teknik Mesin sejumlah 27 orang dan mahasiswa Program Studi Pembangkit Tenaga Listrik sejumlah 10 orang.

Dengan adanya kegiatan pengabdian ini, diharapkan anak didik Sekolah Master memiliki wawasan dan keterampilan pelatihan perawatan dasar sepeda motor, sehingga dapat menghidupkan kembali kegiatan pembelajaran di bengkel motor Sekolah Master. Selain itu, dengan wawasan dan keterampilan yang sudah dimiliki menjadi titik awal anak didik Sekolah Master untuk berwirausaha dengan baik dan dapat meraih masa depan lebih baik.

Tidak menutup kemungkinan, dengan dihadirkannya pelatihan ini, skill yang dimiliki peserta didik sekolah Master mampu meningkat, meningat latar belakang peserta didik yang berasal dari keluarga tidak mampu, broken home, yatim atau piatu.

Sri Lestari dalam sambutannya juga berharap bahwa pelatihan dasar sepeda motor tersebut bisa bemanfaat utuk siswa, karena sekolah Master tersebut lebih mengutamakan keahlian disamping teori. “Kami berterima kasih kepada Teknik Mesin Politeknik Negeri Jakarta telah mengadakan kegiatan pelatihan ini, sehingga para peserta didik mampu menghidupkan kembali bengkel yang sempat tidak ada,” Ujar Kepala Sekolah SMA Master tersebut.

Dr. Eng. Muslimin, S.T., M.T. selaku Ketua Jurusan teknik mesin dalam sambutannya mengatakan bahwa eksistensi kampus Teknik Mesin Politeknik Negeri Jakarta sebagai kampus yang dekat dengan sekolah Master sangat membuka kesempatan untuk pengabdian masyarakat saat ini dan tahun berikutnya. “Kami, PNJ khususnya Jurusan Teknik Mesin , tugas dosen ialah menjalanjakn Tri Darma Perguruan Tinggi, salah satunya ilah kegiatan ini, kita sama-sama berkarya untuk anak didik” Ungkapnya.

Widiyatmoko, S.Si., M.Eng. selaku Ketua Program Studi Pembangkit Tenaga Listrik dalam wawancaranya dengan Mahfud, salah satu mahasiswa Jurusan Teknik Mesin mengungkapakan, setelah pelatihan perawatan sepeda motor tersebut mereka dapat melanjutkan bengkel yang sempat terhenti sehingga kegiatan perekonomian peserta khususnya untuk perawatan sepeda motor yang dasar sudah bisa berjalan karena sudahSekolah Master sudah dihibahi powertool dan handtool yang Insya Allah bisa digunakan untuk perawatan sepeda motor di Sekolah Master.

Harapan dari adanya pelatihan dasar sepeda motor ini, para peserta mampu memilki kemampuan dalam hal perawatan dasar sepeda motor yang nantinya untuk menjadi bekal mereka dalam bekerja, khususnya mampu memperbaiki sepeda motornya sendiri tanpa harus mengeluarkan biaya. (*)