SIMULASI : Suasana saat prosesi pernikahan adat sunda berlangsung yang digelar LKP Rosmalia di Kota Depok, Rabu (18/9). FOTO : ARNET/RADARDEPOK
SIMULASI : Suasana saat prosesi pernikahan adat sunda berlangsung yang digelar LKP Rosmalia di Kota Depok, Rabu (18/9). FOTO : ARNET/RADARDEPOK

 

Guna melekatkan pemahaman dan pengetahuan yang telah diajarkan kepada anggotanya, Lembaga Pendidikan dan Keterampilan (LPK) Rosmalia menggelar simulasi prosesi pernikahan adat sunda secara langsung, Rabu (18/9).

Laporan : Arnet Kelmanutu

 

RADARDEPOK.COM, – Petikan kecapi dengan suara khas nya menyapa gendang telinga para anggota yang tergabung LPK Rosmalia terlihat bersiap memulai prosesi pernikahan adat sunda secara langsung. Seluruhnya di perankan para anggota atau murid dari Imas Romlah Efendi, sebagai pendiri sekaligus pimpinan LPK Rosmalia.

Tempat pembelajaran keterampilan merias wajah, busana, dan lainnya, sudah ada semenjak tahun 90-an ini banyak melanglang buana ke  Eropa dan Asia dalam bertukar ide serta memberikan pemahaman soal kekayaan adat budaya Indonesia.

“Metode pembelajaran di LKP memang seperti ini, dari teori abis itu praktik, tujuannya biar mereka benar-benar paham secara mendetail setiap prosesi,” ungkapnya.

Seluruh bentuk kegiatan tersebut diselenggarakannya Program Kecakapan Wirausaha (PKW) tata rias dan busana adat sunda dengan menggandeng LPK Rosmalia bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

“Jadi ada juga yang hadir para pelaku usaha tata rias dan busana, untuk bertukar pikiran serta bersilaturahmi satu dengan yang lainnya,” paparnya.

Prosesi berjalan dengan lancar dibantu Dinas Perhubungan Kota Depok dalam mengatur lalu lintas. Meski dibawah terik panas matahari, para pelaku prosesi terlihat hikmat setiap menjalankan sesi demi sesi.

Dalam prosesi tersebut ada sesi pembakaran batang lidi lalu dibuang yang menandakan segala sidat, sikap atau apapun yang buruk telah hilang. Lalu menginjak sebuah telur hingga pecah melangkan sebuah kesuburan, serta lain sebagainya. (rd)

 

Jurnalis : Arnet Kelmanutu (IG: @kelmanutuarnet)

Editor : Pebri Mulya