Vokasi UI menggelar seminar tentang membangun komptensi SDM bidang pariwisata di Auditorium Program Pendidikan Vokasi UI, Kamis (19/9). FOTO : ISTIMEWA
PEMBAHASAN : Vokasi UI menggelar seminar tentang membangun komptensi SDM bidang pariwisata di Auditorium Program Pendidikan Vokasi UI, Kamis (19/9). FOTO : ISTIMEWA

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Perkembangan era digital saat ini mampu mengubah kehidupan bisnis, dan mengharuskan perusahaan untuk mengikuti perkembangan teknologi agar tetap sejalan. Dunia bisnis sedang digandrungi generasi milenial khususnya di bidang kepariwisataan. Ratusan mahasiswa Vokasi Universitas Indonesia pun tertarik berlajar tentang industri pariwisata.

Bertempat di Auditorium Program Pendidikan Vokasi UI, Program Studi Pariwisata bersama Traveloka dan Bukit Vista memberikan Kuliah Umum kepada Mahasiswa Prodi Pariwisata, Kamis (19/9). Konsep yang dibahas mengenai kompetensi Sumber Daya Manusia khususnya dibidang Pariwisata di era gigital.

Ketua Program Studi Pariwisata Vokasi UI, Budiman Mahmud Musthofa mengatakan, pihak kampus selalu menghadirkan pelaku industri, untuk memberikan wawasan kepada mahasiswa perihal tren industri pariwisata di Indonesia.

Pada seminar bertajuk membangun kompetensi SDM bidang pariwisata di era digital, menghadirkan CEO perusahaan yang bergerak di bidang hospitality Bukit Vista, Jing Cho Yang dan Product Manager for Payment Traveloka, Willy Sakareza.

“Dua narasumber ini kami anggap mampu memotivasi mahasiswa untuk tertarik terjun dan bersaing di dunia pariwisata,” kata Budiman.

Bukit Vista diketahui telah mampu memikat hati turis di bidang home sharing market place dengan poperti yang unik, sehingga cocok untuk mahasiswa berlajar best practice hospitality langsung dari ahlinya. Selain itu, kehadiran Traveloka untuk memotivasi mahasiswa agar siap bersaing di dunia Pariwisata khususnya di era digital.

“Traveloka merupakan perusahaan teknologi yang memberikan pelayanan dalam industri pariwisata. Kami melihat Traveloka selalu mengedepankan kepuasan dan pengalaman kepada pelanggan, maka mahasiswa perlu mengetahui apa saja yang harus diperhatian serta keahlian yang harus dimiliki jika ingin diterima di dunia pariwisata digital ini,” ujar Budiman.

Sementara itu, CEO Bukit Vista, Jing Cho Yang menungkapkan, industri hospitality saat ini sudah berkembang pesat sehingga perusahaan harus mampu berinovasi. Tren perjalanan wisata dalam kelompok kecil mampu memunculkan inovasi bagi jasa hospitality dan jasa travel.

“Seperti visi Bukit Vista yaitu untuk menjadi perusahaan perhotelan paling inovatif di dunia dengan menghasilkan home, guesthouse, resort yang unik dan berlokasi di tempat-tempat tren. Kami memberikan nilai dan pengalaman luar biasa kepada para tamu yang ingin melihat Indonesia yang sebenarnya,” ungkapnya.

Jing juga menuturkan, apabila seseorang ingin bekerja di bidang perjalanan wisata yang harus dilakukan adalah mau untuk belajar. Awalnya bermula dari mempelajari budaya perusahaan seperti lingkungan kerja, visi dan misi perusahaan. “Tentunya nilai, etika, dan tujuan perusahaan juga harus dipelajari,” tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Product Manager for Payment Traveloka, Willy Sakareza menjelaskan, berbagai perubahan telah dilakukan traveloka, dari yang hanya menyediakan jasa tiket penerbangan kini mampu memberikan lebih dari 10 produk termasuk Transportasi, Akomodasi, Gaya Hidup, dan Layanan Keuangan.

“Kesuksesan bagi kami dapat diraih bukan hanya dengan uang, tetapi dengan kepuasan customer,” jelas Willy.

Willy menyebut, bahwa kunci mahasiswa untuk menuju sukses adalah temukan kemampuan yang ada dalam diri sendiri. “Temuka jati diri, karena di era digital saat ini mahasiswa harus mampu untuk menarik hati perusahaan. Terpenting adalah kemampuan apa yang dimiliki, bukan kemampuan akademik dan latar belakang akademik,” pungkas Willy. (rd)

 

Jurnalis : Nur Aprida Sani (IG : @apridasani)