PEDULI : KUPT Terminal Terpadu Depok, Ari Andromeda bersama musisi binaan K3D, beberapa waktu lalu. FOTO : DICKY/RADARDEPOK
PEDULI : KUPT Terminal Terpadu Depok, Ari Andromeda bersama musisi binaan K3D, beberapa waktu lalu. FOTO : DICKY/RADARDEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Keberadaan Joyfull Traffic Manajemen (JoTram) di Terminal Terpadu Kota Depok menjadi keberkahan tersendiri untuk musisi jalanan dibawah binaan Komunitas Kampung Kita Depok (K3D). Pasalnya, JoTram membuka ruang untuk mengangkat musisi jalanan untuk mencari nafkah, dengan mendapatkan ruang dalam berkarya.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok, Dadang Wihana mengatakan, JoTram di Terminal Terpadu Kota Depok, merupakan salah satu wadah musisi jalanan untuk menunjukan kreasi musiknya kepada masyarakat. Hal itu, untuk memberikan pengarahan kepada musisi jalanan untuk tidak mengamen di lampu merah atau ditempat yang dilarang.

“Kami sediakan tempat, sehingga musisi jalanan lebih manusiawi menunjukan kreasi musiknya,” ujar Dadang.

Sementara itu, KUPT Terminal Terpadu Depok, Ari Andromeda mengatakan, musisi jalanan binaan K3D semenjak diberikan ruang di Terminal Terpadu Kota Depok kerap mendapatkan Job. Hal itu, menjadi keberkahan tersendiri untuk musisi jalanan K3D. Menurutnya, ketersediaan JoTram memberikan manfaat kepada musisi jalanan untuk memberikan hiburan kepada masyarakat.

Ari menuturkan, JoTram merupakan terobosan Dishub Kota Depok untuk mengembangkan lalu lintas lebih menyenangkan dan menghibur di Kota Depok. JoTram diisi musisi jalanan binaan K3D yang bekerjasama dengan Dishub Kota Depok untuk mengubah stigma musisi jalanan tidak lagi mengamen di lampu merah namun menggunakan tempat Jotram yang telah disediakan di dalam Terminal Terpadu Kota Depok.

“Setiap harinya secara bergantian musisi jalanan menggunakan JoTram di terminal,” tutup Ari. (rd)

 

Jurnalis : Dicky Agung Prihanto (IG : @iky.slank)

Editor : Pebri Mulya