ASRI : Anggota Fraksi PKS DPRD Jawa Barat, Imam Budi Hartono berada di rumahnya. FOTO : RICKY/RADARDEPOK
ASRI : Anggota Fraksi PKS DPRD Jawa Barat, Imam Budi Hartono berada di rumahnya. FOTO : RICKY/RADARDEPOK

 

Persoalan persampahan menjadi momok bagi seluruh kabupaten/kota di Indonesia. Untuk itu, Anggota Fraksi DPRD Jawa Barat, Imam Budi Hartono memiliki solusi jitu dalam mengentaskan masalah yang mendera tiap pemimpin daerah.

Laporan : Ricky Juliansyah

 

RADARDEPOK.COM, – Badan Pusat Statistik (BPS) menginformasikan sampah plastik di Indonesia mencapai 64 juta ton per tahun. Langkah pemerintah dalam mengelola sampah plastik belum serius.

Pemerintah belum mengeluarkan kebijakan yang mengatur tentang penggunaan plastik dalam aktivitas tertententu. Termasuk didalamnya budaya memilah sampah belum menjadi kebiasaan para petinggi negeri ini. Penggunaan plastik dalam acara-acara resmi pemerintahan masih digunakan.

Kota Depok merupakan kota yang termasuk pelopor dalam hal memilah sampah. Komunitas sampah tumbuh di 11 kecamatan yang ada di Depok. Menurut Imam Budi Hartono, komunitas sampah sudah sangat membantu Pemkot Depok dalam mengurangi volume sampah. Dimana volume sampah Depok mencapai 1000 – 1300 ton perhari yang dibuang ke TPA Cipayung.

“Sementara Bank Sampah Depok baru bisa mengurangi 20 persen volume sampah tersebut. Suatu jumlah yang cukup besar bagi sebuah komunitas dalam upaya turut mengatasi permasalahan sampah di Kota Depok. Itupun masih belum maksimal peran Pemkot Depok membantu komunitas tersebut,” tutur Imam.

Cara lain untuk mengurangi sampah adalah dengan mengurangi penggunaan plastik, baik bersifat perorangan, keluarga maupun lembaga. Pemda Depok pernah mengeluarkan ajakan tidak menggunakan plastik dalam kantor dan dalam aktivitas tertentu. Misalnya, untuk minum yang biasa menggunakan minuman gelas atau botol plastik menjadi suatu yang dilarangan.

Untuk itu, politikus yang akrab disapa IBH ini meminta agar para aparat pemerintah diwajibkan membawa gelas atau botol minum sendiri untuk kebutuhan dikantor. Dalam acara seremonial dilarang juga menggunakan plastik.

“Ajakan menggunakan besek pada waktu pemotongan hewan kurban juga merupakan ajakan yang bagus bahwa masyarakat peduli tentang bahaya sampah plastik,” ujar IBH.

Pria yang digadang-gadangkan maju dalam bursa Pilkada Depok 2020 ini mengungkapkan, pemerintah pusat pernah juga melarang para pelaku pasar baik pedagang maupun mini market dan supermarket untuk memberikan kantong plastik kepada pembeli. Orang tua zaman dulu, saat ke pasar, pasti membawa keranjang untuk tempat yang dibelinya. Sayang, budaya ini hilang sejak plastik mudah didapat dan menggurita dalam segala aspek kehidupan kita.

“Saya ingin mengajak dua budaya tadi yang akan menjadi habit atau kebiasan kita. pertama biasakan memilah sampah sejak dirumah dan kedua stop penggunaan plastik dengan membawa tempat minum. Membawa tas atau keranjang jika ingin berbelanja. Dukung terus komunitas Bank Sampah Kota Depok agar Depok bebas sampah,” ucap IBH. (rd)

 

Editor : Pebri Mulya