AKTIF : Lurah Sukatani, Cahyanto (tengah) bersama Sekel Sukatani, Melihat (kanan) berfoto bersama anggota bank sampah RW 14 kelurahan setempat sesudah melaksanakan kegiatan pengumpulan sampah. FOTO : INDRA SIREGAR/RADAR DEPOK
AKTIF : Lurah Sukatani, Cahyanto (tengah) bersama Sekel Sukatani, Melihat (kanan) berfoto bersama anggota bank sampah RW 14 kelurahan setempat sesudah melaksanakan kegiatan pengumpulan sampah. FOTO : INDRA SIREGAR/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, SUKATANI – Masalah kebersihan merupakan tanggung jawab bersama antara masyarakat dan pemerintah. Untuk menciptakan lingkungan yang bersih diperlukan adanya peran aktif dari masyarakat dalam melakukan pengelolaan sampah agar tidak menumpuk dan membebani TPA sampah.

Hal itu lah yang dikatakan Lurah  Sukatani, Cahyanto. Menurutnya, keikutsertaan masyarakat dalam pengelolaan sampah dapat menjadi solusi. Baik dari sisi lingkungan serta peningkatan ekonomi.

“Saya sangat mendukung jika ada masyarakat yang secara aktif peduli dengan lingkungan misalnya di RW 14 ini. Telah dibentuk Bank Sampah RW 14, secara mandiri mengumpulkan sampahnya sehingga menghasilkan pundi-pundi rupiah,” Katanya saat meninjau pengumpulan sampah di bank sampah RW14 kelurahan setempat, Senin (16/9)

Ia menjelaskan, bank sampah di Sukatani  ada sembilan unit. Dengan adanya bank sampah tersebut diharapkan permasalahan sampah dapat terselesaikan dengan konsep dari masyarakat dan untuk masyatakat itu sendiri.

Sementara, Ketua Bank Sampah RW14, Nina menambahkan pihaknya memiliki 80 nasabah. Bahkan saat ini ada penyetoran sebanyak 164 kilogram sampah dari 19 nasabah.

“Sudah cukup banyak yang menyetor,” imbuh Nina.

Ia mengungkapkan, setoran sampah dilakukan 2 kali dalam sebulan. Sampah dihargai sesuai dengan jenisnya, paling murah sebesar Rp 200 untuk 1 buah bohlam bekas.  Sedangkan yang tertinggi ada pada tembaga, yakni Rp 53 ribu per kilogramnya.

“Tujuan saya memang untuk mengajari masyarakat peduli lingkungan. Kalau kesadaran sudah ada, nilai ekonominya itu hanya imbasnya,” ucapnya. (rd)

 

Jurnalis : Indra Abertnego Siregar (IG : @regarindra)

Editor : Pebri Mulya