MENGABAIKAN K3 : Salah satu pekerja tidak menggunakan helm proyek atau mengabaikan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) saat berada di proyek pembangunan Alun-Alun Kota Depok tahap 2 di kawasan Grand Depok City, Sabtu (14/9). FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
MENGABAIKAN K3 : Salah satu pekerja tidak menggunakan helm proyek atau mengabaikan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) saat berada di proyek pembangunan Alun-Alun Kota Depok tahap 2 di kawasan Grand Depok City, Sabtu (14/9). FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Proyek pembangunan alun-alun tahap dua terus dikebut. Hal tersebut menjadi perhatian pemerintah dan masyarakat, karena keberadaannya ditunggu masyarakat.

Namun demikian, ada catatan kecil bagi pelaksana proyek. Darai pantuan Radar Depok, diketahui ada saja pekerja tidak dilengkapi dengan peralatan Keamanan, Kesehatan, dan Keselamatan Kerja (K3). Helm misalnya.

Mereka juga nekat bekerja tanpa menggunakan pengaman saat bekerja di tempat yang lebih tinggi. Hal tersebut tentu dapat membahayakan pekerja, sehingga perlu ada pengawasan ketat. Bahkan sanksi dari pemerintah.

Anggota DPRD Kota Depok, Iman Yuniawan meminta kepada pemerintah untuk tegas menghadapi para kontraktor di Kota Depok. Apalagi jika diketahui tidak menggunakan alat K3.

“Pemerintah harus tegas jika ada pelanggaran, ini menyangkut jiwa pada keselamatan para pekerja di Kota Depok,” kata Iman kepada Radar Depok.

Sementara, penanggung jawab proyek dari PT MIK, Arnu mengatakan pembangunan sedang berjalan, “Kami terus berkoordinasi dengan Dinas Rumkim,” kata Arnu kepada Radar Depok beberapa waktu lalu.

Di tahap kedua PT MIK diwajibkan mengerjakan pembangunan space gallery, pendopo, gardu pandang, taman lansia, kolam retensi, gerbang utama, area parkir, dan shelter bike.

Di tahap II Pemkot Depok telah menggelontorkan dana Rp51 miliar. Sedangkan target yang telah ditentukan PT MIK harus sudah menyelesaikan proyek tersebut sebelum 15 Desember. (rd)

 

Jurnalis : Rubiakto (IG : @rubiakto)

Editor : Pebri Mulya