KOMPAK : (kiri ke kanan) Ketua Badan Pemenangan Pemilu PDI Perjuangan Kota Depok Frans Samosir, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Depok Ikravani Hilman, dan Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Depok Hendrik Tangke Allo, saat mengikuti Rapat Koordinasi di Bandung. FOTO : ISTIMEWA
KOMPAK : (kiri ke kanan) Ketua Badan Pemenangan Pemilu PDI Perjuangan Kota Depok Frans Samosir, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Depok Ikravani Hilman, dan Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Depok Hendrik Tangke Allo, saat mengikuti Rapat Koordinasi di Bandung. FOTO : ISTIMEWA

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK Penjaringan terbuka yang dilakukan DPC PDI Perjuangan Kota Depok, nyatanya menjadi magnet tersendiri bagi para politisi maupun tokoh, yang ingin diusung partai bernuansa merah ini di Pilkada Depok 2020.

Pasalnya, sejak dibuka Senin (2/9), sudah ada beberapa politisi dan tokoh yang mengambil formulir pendaftaran di Kantor Sekretariat DPC PDI Perjuangan Kota Depok, kawasan GDC, Sukmajaya.

“Saat ini sudah ada empat yang mengambil formulir. Satu yang sudah mengembalikan formulir,” kata Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPC PDI Perjuangan Kota Depok, Frans Samosir kepada Radar Depok, Selasa (18/9).

Dari yang mendaftar dan mengambil formulir, kata Frans, didominasi dari kalangan politisi dan pengusaha. Namun untuk sementara ini, Anggota DPRD Kota Depok tersebut masih enggan menyebut nama-nama yang dimaksud.

“Nanti ada waktunya kami rilis. Kan pendaftaran sendiri masih ada beberapa hari lagi. Ditutup 20 September,” paparnya.

Meski demikian, ia meyakini, di 20 September nanti atau hari terakhir pendaftaran penjaringan, bakal banyak yang mendaftar dan mengembalikan formulir.

“Karena sudah beberapa orang yang telepon langsung ke Ketua DPC, ke sekretariat dan cari informasi melalui dewan-dewan kami di DPRD Kota Depok dan lainnya,” terang Frans.

Ia berharap, di hari terakhir pendaftaran, muncul tokoh-tokoh yang memiliki kapasitas, popularitas dan kredibilitas. Sehingga, dapat berbicara banyak di Pilkada Depok 2020.

“Target kami menang, bukan hanya sebagai kontestan pilkada. Tentu bersama teman-teman koalisi partai. Yang jelas, kami di DPC menjalankan instruksi dan keputusan DPP,” pungkasnya.

Sementara itu, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Depok, Ikravani Hilman menambahkan, proses penjaringan ini harus menyertakan dokumen yang disyaratkan partainya, termasuk CV, dan data pendukung lainnya.

“Kami di DPC hanya menyusun itu, memastikan itu terkumpul dan tersusun, kemudian diserahkan ke DPD dan DPP. Prosesnya di DPP nanti,” kata Ikravani.

Anggota DPRD Kota Depok dari Dapil 5 (Tapos-Cilodong) ini menjelaskan, untuk tahap selanjutnya berproses di DPP, seperti fit and profer test yang menjadi standar PDI Perjuangan. Kemudian, ketika ada beberapa nama yang dianggap layak, maka akan dimasukan ke sekolah partai.

“Jika kader, selesai (tidak ikut sekolah partai seperti calon internal). Jadi ada dua sekolah kader, yakni untuk non kader, dan kader yang sudah jadi calon akan disekolahkan di jenjang sekolah kader lainnya,”  paparnya.

Ia menambahkan, ketika dalam proses penjaringan pesertanya banyak, maka akan ada seleksi administrasi. Misalnya, jika ada 100 orang yang mendaftar, nanti akan diseleksi dan dimajukan sekitar 20 nama.

“Mana yang dianggap memiliki latar belakang paling bagus, tidak mungkin 100 orang itu dipanggil,” tandas Ikravani. (rd)

 

Jurnalis : Ricky Juliansyah

Editor : Pebri Mulya