DISERBU WARGA : Warga Depok sedang berfoto bersama Manejer Persemian Permanen Cimanggis, Cecep Firman di lokasi Persemian Permanen Cimanggis. FOTO : INDRA SIREGAR/RADAR DEPOK
DISERBU WARGA : Warga Depok sedang berfoto bersama Manejer Persemian Permanen Cimanggis, Cecep Firman di lokasi Persemian Permanen Cimanggis. FOTO : INDRA SIREGAR/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, TAPOS –  Persemian Permanen Cimanggis, di Jalan Raya Bogor, Kelurahan Jatijajar, Tapos diserbu antusias warga Kota Depok. Hal ini terjadi lantaran UPT Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Citarum-Ciliwung, selaku pengelola Persemian Permanen Cimanggis, memberikan bibit tanaman di sana secara gratis kepada Warga Depok.

Maneger Persemian Permanen Cimanggis, Cecep Firman mengungkapkan, banyak warga mendatangi tempatnya, lantaran ada seorang warga Depok yang memviralkan lokasi tersebut ke media sosial.

“Di sini ada program pemberian bibit gratis dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) jadi ada yang unggah ke medsos dan sekarang jadi ramai yang datang kesini,” kata Cecep –sapaannya-.

Ia menjelaskan, sebenarnya program bibit gratis bagi rakyat ini sudah sejak lama dijalankan. Namun, sepertinya masyarakat baru mengetahui beberapa hari belakangan saja usai adanya unggahan di media sosial yang kemudian jadi viral tersebut.

“Kita memang dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sudah lama bagi bibit gratis. Jadi bibit gratis itu sudah ada,” ungkapnya.

Cecep menambahkan,  pihaknya cukup terkejut ketika Persemaian Permanen Cimannggis tiba-tiba di serbu warga yang ingin meminta bibit gratis. Padahal menurutnya, seluruh Unit Pelayanan Teknis yang ada di seluruh provinsi di Indonesia juga menjalankan program yang sama selama ini. Namun yang jadi patokan, ketersediaan lahan untuk menanam bibit tersebut.

Untuk porsi bibit yang disalurkan sendiri, dia mengatakan, saat ini dibatasi per orang maksimal hanya diperbolehkan mengambil 25 bibit yang terdiri dari 5 bibit buah dan 20 bibit tanaman kayu.

“Kami batasi pemberian bibitnya agar warga yang lain juga bisa kebagian,” bebernya.

Program bibit gratis sudah dilakukan sejak akhir 2010 di bawah Ditjen Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK). Setiap tahunnya ada 1 juta bibit yang dihasilkan dan disalurkan. Namun, karena kabar viral yang beredar, bibit yang biasanya disalurkan secara bertahap, langsung habis dalam waktu singkat.

“Saat ini bibit di sini sudah habis, nanti akan kami sediakan kembali dalam waktu dekat,” pungkasnya. (rd)

 

Jurnalis : Indra Abertnego Siregar (IG : @regarindra)

Editor : Pebri Mulya