Sketsa wajah korban tanpa identitas yang meninggal tergeletak di Jalan Kekupu, Kelurahan Rangkapanjaya, Pancoranmas, Rabu (11/9) lalu. FOTO : ISTIMEWA
Sketsa wajah korban tanpa identitas yang meninggal tergeletak di Jalan Kekupu, Kelurahan Rangkapanjaya, Pancoranmas, Rabu (11/9) lalu. FOTO : ISTIMEWA

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Polisi sampai sekarang belum mendapat kepastian terkait identitas mayat laki-laki yang tewas dengan luka-luka di wajah, yang ditemukan tergeletak di Jalan Kekupu, Kelurahan Rangkapanjaya, Pancoranmas, Rabu (11/9) lalu. Saat ini, pihak kepolisian telah menyebarkan sketsa wajah korban.

Kasat Reskrim Polresta Depok, Kompol Deddy Kurniawan mengatakan, sketsa wajah korban yang tercetak diatas selembaran kertas sudah disebar ke masyarakat dan tempat umum. Barangkali dari hasil penyebaran gambar wajah ini, identitas korban bisa terungkap.

“Gambar sketsa wajah korban sudah disebar juga ke media sosial. Setelah kita sebar, diharapkan ada masyarakat yang mengenali identitasnya,” kata Deddy kepada Radar Depok, Kamis (12/9).

Dia merinci, korban sekitar berusia 50-60 tahun dengan memiliki kulit yang sawo matang. Selain itu, pria paruh baya ini juga berbibir tebal, dan rambut lumayan botak atau cepak. Saat ditemui di lokasi kejadian, korban mengenakan kaos hitam berkerah, dan juga celana panjang hitam pangsi.

Selain itu korban juga memakai cincin batu akik warna merah di jari manisnya, dan warna cincin hijau di jari tengahnya. Korban juga mengenakan sendal Desler hitam ukuran 40, gelang hitam di lengan kiri.

“Selain barang, kami juga menemukan uang dalam saku celana sebesar Rp 82 ribu dan tiket Commuter Line,” jelas Deddy.

Dari hasil pemeriksaan sementara, terdapat luka pada pelipis wajah korban. Diduga luka itu akibat korban jatuh ke jalan, hingga dirinya jatuh tersungkur ke tanah. Kini jenazah masih berada di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

“Jenasah masih di RS Polri Kramat Jati menunggu pihak keluarga sebelum mau diotopsi untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban,” pungkasnya. (rd)

 

Jurnalis : Nur Aprida Sani (IG : @apridasani)

Editor : Pebri Mulya