PAMERAN : Pupuk Organik yang terbuat dari sampah Rumah Tangga buatan UPS DLHK Kota Depok akan dipamerkan, di JCC Jakarta, Minggu (15/9). FOTO : ISTIMEWA
PAMERAN : Pupuk Organik yang terbuat dari sampah Rumah Tangga buatan UPS DLHK Kota Depok akan dipamerkan, di JCC Jakarta, Minggu (15/9). FOTO : ISTIMEWA

 

DEPOK – Upaya untuk mengembangkan dan menghasilkan produk yang ekonomis dari tumpukan sampah terus dilakukan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok. Minggu (15/9), pupuk asal Kota Depok juga akan dipamerkan di Jakarta Convention Center (JCC).

Menurut Koordinator Unit Pengelolaan Sampah (UPS) II DLHK Kota Depok, Heriyanto, pihaknya diundang oleh pengelola pameran di JCC untuk memamerkan hasil karya DLHK Kota Depok.

Dikatakannya, pengelolaan pupuk di UPS II, DLHK kota Depok memang sudah berjalan sejak lama. “Di UPS II kita memang mengembangkan bagaimana cara mengelola sampah agar menjadi barang yang bernilai ekonomis, salah satunya dibuat menjadi pupuk,” kata Heriyanto kepada Radar Depok, Jumat (13/9).

Dia juga mengaku tidak menyangka pihaknya diundang untuk memamerkan pruduk pupuk miliknya di JCC. “Minggu kami diundang untuk mengikuti pameran di JCC. Panitia langsung menyurati DLHK, dan kami diminta mempersiapkan,” kata Heriyanto.

Sementara menurutnya yang barus bisa dipamerkan dari pengelolaan sampah di UPS II baru pupuk organik. “Kami akan memamerkan pupuk produksi kami, karena pupuk organic masih menjadi primadona di dunia pertanian ketimbang pupuk kimia,” kata Heriyanto.

Seperti diketahui, DLHK Kota Depok telah memiliki 31 UPS yang aktif mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos. Satu UPS bisa mengolah dua ton sampah organik dalam sehari dan menghasilkan 500 kilogram pupuk organik.

“Pupuk itu dapat dimanfaatkan masyarakat yang membutuhkan. Gratis, dengan syarat ditukar dengan sampah organik,” ujar Kabid Kebersihan DLHK Depok, Iyay Gumilar.

Masyarakat bisa memanfaatkan pupuk yang dihasilkan dari UPS dengan syarat, membawa KTP Depok dan sampah organik. “Selain disediakan untuk masyarakat, pupuk organik juga digunakan untuk pupuk tanaman hias di sejumlah taman di Kota Depok,” jelasnya.

Menurut Iyay, program pengolahan sampah organik ini sudah dilakukan sejak 10 tahun yang lalu dan terus dikembangkan. Bahkan, kini pemilahan sampah organik tidak hanya dilakukan di UPS, melainkan juga dilakukan di UPS pasar tradisional dan tingkat RW. (rd)

 

Jurnalis : Rubiakto (IG : @rubiakto)

Editor : Pebri Mulya