PUTUS ASA : Jasad A (40), menggantung di plafon kamar mandi rumahnya, Kampung Baru Cagar Alam Selatan, RT06/03, Kelurahan/Kecamatan Pancoranmas, Senin (16/9). FOTO : ADIT/RADAR DEPOK
PUTUS ASA : Jasad A (40), menggantung di plafon kamar mandi rumahnya, Kampung Baru Cagar Alam Selatan, RT06/03, Kelurahan/Kecamatan Pancoranmas, Senin (16/9). FOTO : ADIT/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, PANCORANMAS – Seorang pria, A (40), nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, di kamar mandi rumahnya, Kampung Baru Cagar Alam Selatan, RT06/03, Kelurahan/Kecamatan Pancoranmas, Senin (16/9).

Jasad A pertama kali ditemukan oleh adiknya, SA, saat hendak mandi, sekitar pukul 06:00 WIB. Tentu saja SA tersentak melihat A sudah tak bernyawa, tergantung di atas plafon kamar mandi menggunakan tali tambang warna kuning.

Kanit Reskrim Polsek Pancoranmas, Iptu Hendra menjelaskan motif A mengakhiri hidupnya lantaran putus asa. Putus asa tidak mampu membantu keluarga. Hal ini nampak dari surat wasiat yang ia tinggalkan.

“Isi surat wasiatnya yakni, ‘Nani maafin Awi, tolong liatin si Posa Awi ga bisa jagain. Bisa punya sodara ga bisa ada bantuin. Lebih baik Awi pergi aja’. Seperti begitu kira-kira tulisannya,” jelas Hendra.

Hendra menambahkan, A yang belum berkeluarga ini tinggal satu rumah bersama saudaranya. Dia merasa tidak bisa membantu sama sekali. Kurang perhatian juga. “Akhirnya dia putus asa dan mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri,” ucapnya.

Menurut keterangan dari keluarga, lanjut dia, A merupakan pribadi tertutup. Pendiam di lingkungan sekitar.

“Kalau ada masalah tidak pernah mau cerita ke orang sekitar ataupun keluarga. Dari pihak keluarga sudah mengiklaskan dan tidak mau di otopsi,” tandasnya. (rd)

 

Jurnalis : Adit

Editor : Pebri Mulya