FOKUS : Terlihat tiga orang anak sedang melihat dengan seksama rekannya yang sedang berlatih di papan panjat tebing GOR Ragunan. FOTO : DOK RAGUNAN CLIMBING CLUB

 

Melalui olahraga panjat tebing, mereka bersatu menikmati hobi dan kecintaan. Sekaligus memantau, sampai merawat para bibit muda yang penuh dengan potensi dan bakat terpendam. Ragunan Climbing Club (RCC) berdiri 22 Januari 2014 bertindak nyata, di GOR Ragunan, Jakarta Selatan.

Laporan : Arnet Kelmanutu

RADARDEPOK.COM – Mengambil jadwal dipenghujung pekan : Sabtu dan Minggu, papan panjat tebing GOR Ragunan penuh dihuni para atlet-atlet berbakat, baik anak, muda, dan dewasa. Semua bercampur aduk layaknya keluarga. Senyuman semangat dan motivasi terpancar dari suasana yang mereka tunjukan

Terlihat tali temali melilit anak-anak yang tengah tergopoh-gopoh memanjat. Keselamatan menjadi yang utama. “Keamanan pasti jadi paling utama disini. Sebab itu kewajiban dan keharusan,” ungkap Ketua RCC, Sibeng saat sedang melihat para atlet berlatih.

Baca Juga  Paket Dahsyat Mulai Rp23 Ribuan

Arahan demi rahan diberikan Sibeng, tak ayal dirinya terus memberi semangat serta mengingatkan kehati-hatian bagi para atlet yang sedang berada dalam pijakan climbing. Semacam topi kupluk dongkernya ia dengan penuh konsentrasi menjalankan setiap prosesi latihan.

Silih berganti para atlet mulai menaiki papan panjat tebing. Sebelumnya Sibeng mewajibkan seluruhnya untuk melakukan pemanasan selama beberapa waktu. tujuan dan semangat juang yang tinggi, Sibeng terus mencetak bibit muda.

Salah satu anggota RCC, Widyana mengatakan, kalau yang lebih mendominasi memang anak sekitar usia lima tahun dan sisanya anak SMA dan itu pun hanya beberapa. Para orang tua yang memberi dukungan penuh membuat wanita yang memiliki rambut pendek beri apresiasi.

Baca Juga  Ramadan Ala Jelajah Bumi Nusantara (JBN) : Bukber dan Santuni 30 Yatim dan Duafa

“Saya salut sama orang tua, atmosfer semangat yang mereka berikan begitu terasa buat kami serta anak-anak. Mereka semua setia, yang akhir sudah kaya keluarga. Biasa bawa bekel dan tuker-tukeran makanan,” ungkap perempuan lulusan komunikasi ini.

Sebab hal serupa yang seperti ringan tak bersifat kaku dipercaya mereka mampu memberikan kekuatan dari sisi lain yang tentunya sangat berpengaruh. Waktu azan maghrib pun berkumandang, istirahat, salat, serta makan mereka lakukan, sambil berbincang bercanda bersama membahas ke depan RC bersama dengan para atlet untuk terus berkembang. (*)

 

Editor : Pebri Mulya