BUDAYA : Dalam perayaan HUT ke-36 SMPN 4 Depok ada pentas pagelaran seni wayang kulit yang dibawakan oleh anak dan bapak, yakni Bambang Suhardi dan putranya Krisna Suhardi yang merupakan siswa kelas VII di SMPN 4 Depok. FOTO : PEBRI/RADAR DEPOK
BUDAYA : Dalam perayaan HUT ke-36 SMPN 4 Depok ada pentas pagelaran seni wayang kulit yang dibawakan oleh anak dan bapak, yakni Bambang Suhardi dan putranya Krisna Suhardi yang merupakan siswa kelas VII di SMPN 4 Depok. FOTO : PEBRI/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, SUKMAJAYA – Dalam merayakan Hari Ulang Tahun ke-36, SMPN 4 Depok mengadakan sebuah perayaan. Dimana, itu menjadi pertama kalinya SMPN yang berlokasi di Jalan Merdeka, Kecamatan Sukmajaya merayakkan hari jadinya semenjak didirikan.

Kepala SMPN 4 Depok, Hudaya mengatakan, dengan adanya kegiatan tersebut, menjadi pencetus akan diadakannya perayaan HUT SMPN 4 Depok, tetapi tidak dirayakan tiap tahunnya, melainkan tiga tahun sekali diadakannya. Itu sebagai bentuk perayaan kepada sekolah, yang telah berdiri bertahun-tahun.

“Tidak hanya sekedar menjadi perayaan pertama, tetapi juga sebagai momen untuk dijadikan sebagai kegiatan rutin tiga tahunan kedepannya,” ucapnya kepada Radar Depok.

Di kegiatan tersebut juga hadir beberapa orang sesepuh yang mengetahui tentang sejarah berdirinya SMPN 4 Depok, yakni Marsono yang merupakan guru pertama di SMPN 4 Depok. Tidak hanya hadir saja, tetapi Marsono juga sedikit menceritakan tentang sejarah-sejarah SMPN 4 Depok di masa lalu.

 

PERAYAAN : Kepala SMPN 4 dan guru serta tamu undangan dalam kegiatan Perayaan HUT ke-36 SMPN 4 Depok. FOTO : PEBRI/RADAR DEPOK

 

Katua Panitia, Ajat Sudrajat menjelaskan, dalam kegiatan tersebut diadakan juga berbagai perlombaan, yakni tentang lomba yel-yel, tumpeng, membuat es buah, dan merangkai parcel buah. Bahkan, ada juga Panggung Kreasi Pasmer, yang berisikan penampilan seni siswa-siswa SMPN 4 Depok. Ada juga penampilan uniknya, yakni tarian kolaboratif yang menggabungkan antara konsep modern dan tradisional, seperti modern dance, Tari Jaipong dan ditutup dengan Tari Saman.

“Penampilan memukau lainnya adanya pentas pagelaran seni wayang kulit yang dibawakan oleh anak dan bapak, yakni Bambang Suhardi dan putranya Krisna Suhardi yang merupakan siswa kelas VII di SMPN 4 Depok,” katanya.

Selain ada penampilan siswa, adajuga Food festival yang berisikan 12 stand makanan. Tetapi, mereka yang membeli harus membawa tempat makan dan minuman sendiri, dengan tujuan untuk mengurangi sampah plastik. (rd)

 

Jurnalis/Editor : Pebri Mulya