KABAR BAIK : Pemulung beraktifitas di TPA Cipayung, Kecamatan Cipayung. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan mulai bulan Oktober nanti pemerintah Kota Depok sudah bisa membuang sampah ke TPA Nambo Kabupaten Bogor. FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
KABAR BAIK : Pemulung beraktifitas di TPA Cipayung, Kecamatan Cipayung. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan mulai bulan Oktober nanti pemerintah Kota Depok sudah bisa membuang sampah ke TPA Nambo Kabupaten Bogor. FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Sudah dipastikan, Oktober mendatang, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok akan mengalihkan sampah warga Depok ke Tempat Pengolahan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Nambo, Kabupaten Bogor. Artinya, tidak lagi membuang ke TPA Cipyaung.

Kamis (12/9), Sekretaris DLHK Kota Depok, M. Ridwan memimpin rapat rencana revitalisasi TPA Cipayung, di Gedung Baleka. Dia mengatakan, nantinya setelah sampah dibuang ke Nambo, TPA Cipayung akan ditutup dari aktifitas pembuangan sampah.

Sementara ini, pihaknya masih mendiskusikan rencana ke depan setelah Nambo sudah bisa digunakan. “Kami akan rapatkan. Apa yang akan dilakukan untuk TPA Cipayung,” katanya kepada Radar Depok.

Kepala UPT TPA Cipayung, Ardan Kurniawan mengatakan, pihaknya mulai menawarkan teknologi yang cocok digunakan di TPA Cipayung. Sementara ini, landfill meaning dianggap teknologi yang paling cocok digunakan di TPA.

“Kami sedang merancang konsep membangun landfill meaning. Jika berjalan, sampah yang kami produksi tidak akan menghasilkan bau. Bahkan akan menghasilkan rupiah,” terang Ardan.

Saat ini, sambungnya, TPA Cipayung sudah berkoordinasi dengan salah satu konsultan, agar penerapan sanitary landfill dapat terealisasi di Kota Depok. “Tahun ini rencananya akan lelang konsultan. Dan target kami jika disetujui tahun 2020 sudah masuk realisasi pembangunan,” bebernya.

Cara kerja metode landfill meaning adalah setelah sampah dipadatkan, kemudian dilengkapi saluran khusus untuk mengalirkan air lindi dan gas metan sebagai hasil akhir pengelolahan sampah.

“Nantinya sampah akan menghasilkan bahan bakar pengganti batu bara,” kata Ardan.

Sebelumnya, TPA Cipayung direncanakan bakal ditutup 2019, mengingat kondisi TPA Cipayung saat ini sudah overload dan tak mampu lagi menampung seluruh sampah warga Depok. Menurutnya, setiap hari Depok menghasilkan 1.200 ton sampah. “Dari jumlah itu sebanyak 700 ton dikirim ke TPA Cipayung yang sudah overload, dan sisanya diolah di UPS kelurahan dan kecamatan,” pungkas dia. (rd)

 

Setelah sampah dipindah ke Nambo

– Oktober Proses pemindahan sampah ke TPPAS Nambo.
– Proses pemindahan sampah dari TPA Cipayung ke TPPAS Nambo
– TPA Cipayung ditutup sementara saat proses revitalisasi

Landfill Meaning
– DLHK Pilih Teknologi Landfill Mining
– Revitalisasi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Cipayung dimulai 2020.
– TPA Cipayung menjadi TPA zero waste dengan pengolahan sampah berteknologi ramah lingkungan.
– DLHK masih lakukan kajian untuk mematangkan konsep Landfill Meaning

Keuntungan
– Teknologi yang digunakan ramah lingkungan
– Tidak menghasilkan bau
– Menghasilkan bahan bakar pengganti batu bara

Kendala
– Masih menunggu proses administrasi, dan permasalahan teknis yang harus diselesaikan di tingkat Provinsi Jawa barat, dan Kabupaten Bogor sebagai pemilik lahan.

 

Jurnalis : Rubiakto (IG : @rubiakto)

Editor : Pebri Mulya