ILUSTRASI
ILUSTRASI

 

JAKARTA – Setujunya kenaikan tarif cukai hasil tembakau (CHT) atau cukai rokok sebesar 23 persen oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Januari 2019, berdampak pada akan adanya kenaikan harga rokok.

Keputusan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati usai menggelar rapat secara tertutup di Istana Kepresidenan, Jakarta tersebut berdampak pada kenaikan harga jual eceran (HJE) mencapai 35 persen.

“Kenaikan average 23 persen untuk tarif cukai, dan 35 persen dari harga jualnya yang akan kami tuangkan dalam Permenkeu,” kata Sri Mulyani.

Kepala Sub Direktotat Publikasi dan Komunikasi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan, Deni Surjantoro mengatakan, kenaikan HJE rokok yang disampaikan menkeu merupakan harga rata-rata dari beberapa beberapa macam harga rokok.

“Jadi ini ada beberapa layer, dan tim kami masih menghitung seberapa besar besarannya,” kata Deni.

Deni memastikan, kenaikan HJE rokok secara tidak langsung akan mengerek naik harga rokok yang dijual di pasaran saat cukai rokok berlaku. Namun, sampai saat ini pemerintah belum menetapkan kisaran HJE.

“Intinya tidak bisa langsung di deploy, karena harga sedang kami oleh berapa. Tapi ingat, ini average ya karena ada beberapa macam layer,” katanya. (rd/net)

 

Editor : Pebri Mulya