KOMPETEN : Kepala SMKN 2 Depok, Tatang Komarudin (berdiri tengah) saat melihat siswanya dalam penambahan ruang lingkup Uji Coba Materi Uji Kompetensi (MUK) dengan Skema KKNI Level II, Selasa (17/9). FOTO : PEBRI/RADAR DEPOK
KOMPETEN : Kepala SMKN 2 Depok, Tatang Komarudin (berdiri tengah) saat melihat siswanya dalam penambahan ruang lingkup Uji Coba Materi Uji Kompetensi (MUK) dengan Skema KKNI Level II, Selasa (17/9). FOTO : PEBRI/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, SAWANGAN – Meningkatkan kompetensi siswa agar terus sejalan dengan kebutuhan dunia industri terus dilakukan SMKN 2 Depok. Dengan adanya penambahan ruang lingkup Uji Coba Materi Uji Kompetensi (MUK) dengan Skema KKNI Level II.

Kepala SMKN 2 Depok, Tatang Komarudin mengatakan, di MUK tersebut standar kompetensi anak ditingkatkan dengan berbagai cara. Dimana, salah satunya adalah dengan membuat ujian untuk siswa, yang dibuat oleh guru-guru produktif. Jadi tidak hanya tes tertulis, tetapi juga dipraktikan dari apa yang mereka ujika secara tertulis.

“Selalu ada penambahan materi untuk kenaikan kompetensi, karena dunia industri terus berkembang, seiring perkembangan zaman,” ucapnya kepada Radar Depok, Selasa (17/9).

Jadi, pada penambahan ruang lingkup tersebut, pengujinya adalah master asesor dari BNSP. Dan mereka yang diujikan adalah mahasiswa yang disebut dengan asesi. Hanya guru produktif yang bisa menjadi master asesor di BNSP.

“Di SMKN 2 Depok ada 32 guru produkti, mereka yang menguji asesinya,” katanya.

Tatang menuturkan, sekolah memang harus terus mengikuti perkembangan dunia industri, salah satu caranya dengan terus meningkatkan kompetensi. Tentunya, kompetensi yang memang sesuai dengan kebutuhan di dunia industri. Sehingga, sekolah bisa menghasilkan siswa yang berkualitas dan berkompeten.

“Tentunya untuk menciptakan siswa yang berkompeten harus ditunjang dengan guru yang berkompeten juga,” terangnya. (rd)

 

Jurnalis/Editor : Pebri Mulya