DISKUSI: Kepala BPTJ saat membahas TOD di Lounge Podomoro Golf View, Selasa (17/9). FOTO : RUBIAKTO/RADAR DEPOK
DISKUSI : Kepala BPTJ saat membahas TOD di Lounge Podomoro Golf View, Selasa (17/9). FOTO : RUBIAKTO/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Meski banyak kebijakan yang berupaya untuk mengurai kemacetan di Kota Depok, tapi hasilnya belum maksimal. Kemacetan masih terjadi, terutama di kawasan Margonda Raya, dan jalan penunjang lainnya. Transit Oriented Development (TOD) jadi solusinya Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ). Kawasan TOD juga harus memenuhi 5 aspek transportasi, yaitu konektivitas/keterhubungan, alih moda, angkutan umum, berjalan kaki, dan bersepeda.

Kepala BPTJ, Bambang Prihartono mencatat, jumlah total perjalanan orang di Jabodetabek pada tahun 2018 mencapai 88 juta pergerakan per hari. Dalam mengelola transportasi wilayah aglomerasi, Presiden Joko Widodo telah menjadi anggota Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) sebagai lembaga yang memiliki tugas dan mengelola pengelola angkutan di Jabodetabek.
“Dalam melaksanakan tugasnya, BPTJ mengacu pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 55 Tahun 2018, tentang Rencana Induk Transportasi Jabodetabek (RITJ),” kata Bambang saat membahas TOD di Lounge Podomoro Golf View, Selasa (17/9).

Hal tersebut, dilakukan untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, yang menyebabkan kemacetan. “Indikator kinerja utama BPTJ adalah mengupayakan pergerakan orang dengan angkutan umum yang mencapai 60 persen dari total pergerakan orang,” imbuhnya. Kepada Harian Radar Depok.

Kota-kota di Jabodetabek dapat diakses melalui dukungan untuk mengakomodir pergerakan masyarakat. Pergerakan masyarakat dapat diminimalisir dengan pembangunan kawasan yang berorientasi transit pada masing-masing wilayah.

Seperti LRT Jabodetabek yang disetujui akan dioperasikan pada tahun 2021 Bogor dan LRT Jabodebek yang akan disahkan akan dialihkan sebanyak 17 stasiun.  Seluruh stasiun itu kini dibangun di tahun 2021. Kawasan Podomoro Golf View sendiri telah diresmikan oleh pemerintah sebagai Kawasan TOD pada 21 April 2018 lalu.

“Diharapkan hadirnya TOD Gunung Putri di PGV ini dapat membantu masyarakat sekitar dalam mobilisasi dengan moda yang aman, murah dan mudah dengan mobilisasi tinggi” terang Bambang.

Sementara, Direktur Agung Podomoro Land, Paul Christian menjelaskan, pengembangan kota baru Podomoro Golf View merupakan salah satu cara pihaknya dalam mendukung pemerintah mengatasi kemacetan.  “Dengan fasilitas yang ada, penghuni baik masyarakat sekitar dapat memanfaatkan dengan baik dapat memanfaatkan kendaraan pribadi,” jelasnya singkat.(rd)

 

Jurnalis : Rubiakto (@rubiakto)

Editor : Pebri Mulya