PEDULI : Yayasan Taman Mandiri Syariah (YTS ) Peduli sigap tanggap terhadap musibah Lebak Banten. FOTO : ISTIMEWA
PEDULI : Yayasan Taman Mandiri Syariah (YTS ) Peduli sigap tanggap terhadap musibah Lebak Banten. FOTO : ISTIMEWA

 

RADARDEPOK.COM, BANTEN — Yayasan Taman Mandiri Syariah (YTS) Peduli sigap tanggap terhadap musibah Lebak Banten terjadi pada 12 September 2019, sekitar pukul 14:00 WIB. Peristiwa itu begitu cepat hanya dalam waktu 15 menit 37 rumah habis di lalap si jago merah.

Disampaikan oleh Ketua RT Kampung Kadu Gede, Omo peristiwa kebakaran disebabkan oleh salah satu tungku warga yang lupa tidak dimatikan setelah selesai masak, yang kemudian ditinggal pergi berladang. Api membesar dan menjalar ke seluruh rumah warga yang berbahan dasar kayu dan bambu. Di dukung oleh musim kemarau dan cuaca panas sehingga api mudah membesar dan menjalar.

Menurut BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana), YTS Peduli adalah lembaga sosial yang pertama kali masuk membawa bantuan berupa baju adat Baduy yang menurut catatan yang ada belum ada bantuan yang berupa baju adat tersebut. Yang sebenarnya kebutuhan pokok yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat Baduy dalam upaya memelihara kemurnian budayanya meskipun sedang tertimpa musibah.

Public Relations YTS Peduli, Dyah Ayu menjelaskan, kali ini YTS Peduli memberikan bantuan kepada salah satu warga korban kebakaran Baduy. Bantuan mulai datang dari pemerintah setempat sejak malam Jumat. Satu diantaranya adalah YTS Peduli salah satu program kemanusiaan yang dimiliki oleh Taman Mandiri Syariah Foundation. Secara sigap keesokan harinya pada 13 September 2019 langsung meluncur ke lokasi musibah.

Diyah Ayu menambahkan, YTS Peduli akan berusaha selalu sigap dan peka terhadap musibah yang terjadi sampai dengan hal mendesak bentuk bantuan yang dibutuhkan oleh para korban. Hal ini di lakukan sebagai bentuk partisipasi kemanusiaan YTS Peduli terhadap sesama.

“YTS peduli akan selalu berupaya menjadi lembaga kemanusiaan yang sigap dan peka terhadap sekitar tidak hanya wilayah regional akan tetapi di wilayah nasional bahkan internasional,” tutupnya. (rd)

 

Jurnalis : Febrina (IG : @febrina.chandra)

Editor : Pebri Mulya