TES URINE: BNN Depok menguji kadar narkoba di urin para peserta evaluasi di Aula Kantor Kecamatan Pancoranmas, Kamis (24/10). FOTO : INDRA SIREGAR/RADAR DEPOK
TES URINE : BNN Depok menguji kadar narkoba di urin para peserta evaluasi di Aula Kantor Kecamatan Pancoranmas, Kamis (24/10). FOTO : INDRA SIREGAR/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Depok mengadakan tes urine dadakan kepada 50 orang yang ada di kantor Kecamatan Pancoranmas, Kamis (24/10). Hasil pemeriksaan tersebut seluruhnya negatif.

Kepala BNN Kota Depok, AKBP M. Rusli Lubis menuturkan, tes urine diikuti Camat Pancoranmas Utang Wardaya, para lurah di Kecamatan Pancoranmas, serta pegiat anti narkoba.

“Semua orang yang ada di aula kantor Kecamatan Panmas kami tes urine, hasilnya negatif,” kata Rusli kepada Radar Depok.

Dia mengungkapkan, tes urine dadakan ini sengaja disisipkan dalam acara monitoring dan evaluasi bagi para pegiat anti narkoba di Pancoranmas. “Sambil mengevaluasi komunitas yang baru dibentuk BNN tahun lalu, memastikan semua orang terbebas narkoba,” ucapnya.

Berdasarkan penelitian BNN dan Pusat Studi Politik serta keamanan Univeristas Padjajaran, 187 kabupaten dan kota yang dijadikan sampel kota tanggap ancaman narkoba, Kota Depok menduduki pringkat 177. “Tak perlu berkecil hati walau masih berada pada 12 persen. Yang terpenting saat ini kita harus tanggap terhadap ancaman narkoba,” ujarnya.

Dia menambahkan, melalui tes urine terutama pada para pegiat anti narkoba menunjukan diri mereka bersih dari narkoba, sebelum mengajak lingkungan sekitarnya. Dia juga menyebutkan  bahwa Pancoranmas merupakan salah satu wilayah yang terindikasi rawan narkoba di Kota Depok.

“Peran pegiat sangat penting menjaga lingkungannya, agar bebas dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba,” tegasnya.

Camat Pancoranmas, Utang Wardaya mengaku sangat mendukung kegiatan yang dilakukan BNN Kota Depok. Sebab saat ini narkoba sudah sangat menjamur dan harus diberantas dari peredarannya.

“Saat ini bandar narkoba itu semakin merajalela menjajakan dagangannya hingga ke pelosok. Untuk itu peran para pegiat anti narkoba sangat penting,” tandasnya.

Pegiat harus aktif menjaga lingkungannya dan waspada akan kemungkinan terjadinya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

“Agar para penggiat dapat menjadi teladan maka dirinya juga harus bersih dari penyalahgunaan narkoba,” ungkapnya.

Sejumlah peserta kegiatan mengaku, terkejut dengan adanya tes urine. Sebab sepengetahuan mereka, acara yang diadakan BNN hanya evaluasi saja. “Saya sangat setuju tes urine ini, sebelum pegiat mengajak orang lain bersih dari narkoba, dirinya sendiri harus bersih terlebih dahulu,” ucap pegiat anti narkoba, Irwan Nasution. (rd)

 

Jurnalis : Indra Abertnego Siregar (IG : @regarindra)

Editor : Pebri Mulya