SERIUS : Pengrajin batik saat membuat batik Ajbura Tradjumas di Komplek BSI 2, Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Sawangan, Rabu (2/10). FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
SERIUS : Pengrajin batik saat membuat batik Ajbura Tradjumas di Komplek BSI 2, Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Sawangan, Rabu (2/10). FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Sejak ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda Indonesia oleh UNESCO, setiap 2 Oktober diperingati Hari Batik Nasional. Perkembangan industri batik lokal pun kian meningkat. Tak terkecuali batik Ajbura Tradjumas yang berada di Komplek BSI 2, Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Sawangan, Kota Depok.

Batik Ajbura Tradjumas sudah berdiri sejak tiga tahun silam. Berbagai macam motif diproduksi disini. Seperti Tugu Batu, Gong Sibolong, Belimbing Dewa, Gedung Tua, dan Ikan Hias. Menjelang Hari Batik Nasional, perusahaan kerajinan batik ini kebanjiran orderan.

“Menjelang hari batik selalu ada peningkatan, saat ini omset mencapai Rp100 juta lebih,” kata Pendiri Batik AjburaTradjumas, Suharno kepada Radar Depok, Rabu (2/10).

Dia mengungkapkan, batik yang diproduksi olehnya sangat mengedepankan kultur budaya, sejarah, dan kearifan lokal lainnya. Dengan komitmen yang dibentuk selama tiga tahun ini terbukti, sedikitnya memproduksi 500 hingga 600 lembar kain batik per bulan.

Batik-batik yang ada di Ajbura Tradjumas terdiri dari batik cap, tulis, sampai proses pembuatan menggunakan metode printing. Selain Gong Sibolong dan motif terbaru lainnya, motif HaKi asli Depok juga sudah dikembangkan sebanyak 26 motif pada 2017. “Batik HaKi merupakan motif batik yang telah dipatenkan Pemerintah Kota Depok,” terangnya.

Selain omset melejit, Batik Ajbura Tradjumas sudah populer sampai mancanegara. Seperti ke Asia dan Eropa, karena kerap dijadikan sebagai oleh-oleh turis yang datang ke Indonesia. Batik HaKi yang dimaksud ini biasa digunakan untuk pelajar sekolah dasar, sekolah menengah pertama, dan batik umum.

“Saya berharap kedepanya batik asli Depok dapat menjadi kebanggaan seluruh masyarakat baik di Kota Depok dan Indonesia tentunya,” terang Suharno.

Momentum Hari Batik Nasional juga bergema di sekolah, kantor pemerintahan, dan swasta di Kota Depok. Seperti di Balaikota Depok seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pengunjung (masyarakat) kompak mengenakan batik. Berbagai jenis motif batik dari Sabang sampai Merauke ada disana.

Sekretaris Daerah Kota Depok, Hardiono sebelumnya menyerukan imbauan untuk ASN dan masyarakat Depok mengenakan batik nasional. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dalam melestarikan batik. Serta sebagai upaya perlindungan dan pengembangan batik Indonesia.

“Dengan mengenakan batik di hari batik, kita harapkan dapat meningkatkan kesadaran untuk melestarikan batik dan sebagai upaya perlindungan dan pengembangan  batik Indonesia,” pungkas Hardiono. (rd)

 

Jurnalis  : Nur Aprida Sani (IG : @apridasani)

Editor : Pebri Mulya