MENGAMEN : Pengamen ondel-ondel saat beraktivitas di Jalan Juanda, Kelurahan Cisalak, Kecamatan Sukmajaya. FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
MENGAMEN : Pengamen ondel-ondel saat beraktivitas di Jalan Juanda, Kelurahan Cisalak, Kecamatan Sukmajaya. FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, SUKMAJAYA – Dinas Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga (DPAMK) Kota Depok menilai, fenomena anak di bawah umur mencari nafkah di tempat umum, baik menjadi manusia silver atau ondel-ondel, bukan salah dari objeknya. Namun, orang tuanya yang harus dievaluasi

Hal tersebut diungkapkan, Kepala Bidang Tumbuh Kembang dan Pengembangan Kota Layak Anak (KLA) DPAMK Kota Depok, Yulia Oktavia saat pengukuhan RW Ramah Anak, di Kelurahan Abadijaya, Kecamatan Sukmajaya.

“Mereka punya hak belajar, sekolah, dan bermain. Jadi kalau di usia mereka sudah mencari nafkah, berarti orang tuanya harus dievaluasi bagaimana caranya beriteraksi dan mendidik anak,” papar Yulia

Yulia meminta masyarakat untuk tidak memberikan uang. Sebab, hal tersebut sama saja mendukung aktifitas mereka dan akan mendarah daging untuk si anak. Sehingga, semangat sekolah menurun.

“Kalau sudah bisa cari uang sendiri pasti akan malas sekolah, apalagi belajar,” ungkapnya.

Lebih jauh, Yulia menuturkan, lebih baik anak-anak memiliki komunitas untuk mereka mengasah kemampuan dan bertukar ide dengan anak lainnya. Tapi, tempat dan waktunya bisa diatur secara rutin.

“Yang penting tidak mengganggu jam sekolah mereka, dan jangan di pinggir jalan. Kita berikan anak-anak wadahnya,” lanjutnya.

Sementara, Lurah Abadijaya Widyanto, mengatakan, lingkungan RW yang dekat dengan keluarga. Sehingga, keadaan lingkungan berpengaruh langsung terhadap perlindungan, pertumbuhan dan pengembangan bakat serta minat anak.

“RW Ramah Anak dirancang menumbuhkan suasana dan lingkungan tempat tinggal yang memastikan bahwa anak terjamin hak-haknya dalam keluarga,” pungkasnya. (rd)

 

Jurnalis : Arnet Kelmanutu (IG : @kelmanutuarnet)

Editor : Pebri Mulya