LINTASAN : Atlet Climber Batalyon Infanteri Para Raider 328/Dirgahayu (Yonif PR 328) Usai persiapan Porda XIII Jawa Barat 2018. FOTO : ALIFIANISA/RADARDEPOK
LINTASAN : Atlet Climber Batalyon Infanteri Para Raider 328/Dirgahayu (Yonif PR 328) Usai persiapan Porda XIII Jawa Barat 2018. FOTO : ALIFIANISA/RADARDEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK-Pelajar Kota Depok memiliki banyak prestasi. Namun, arena lintasan jadi kendala kurangnya minatnya pelajar mewakili Jawa Barat.

Ketua Pengurus Cabang (Pengcab) Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kota Depok, Deni Suprayogi mengatakan, tidak adanya arena jadi faktor utama penentu minatnya pelajar menjadi atlet di kotanya sendiri.

“Pelajar Kota Depok yang ingin latihan banyak, tapi karena tidak punya arena latihan, justru banyak yang jadi atlet kota tetangga,” ucap Deni kepada Radar Depok, Kamis (17/10).

Atletik Pelajar yang terdaftar di PASI Kota Depok lanjut Deni, sekitar ada 70 anak. Namun, saat latihan hanya 10 anak yang muncul, dengan alasan rusaknya lintasan dapat membahayakan para atletik.

“Di grup saat di ajak berlatih banyak yang respon, tapi saat di lapangan hanya 10 anak yang muncul,” tambah Deni.

Lokasi latihan yang digunakan saat ini di Lapangan Tembak, Jalan Cilodong, Kecamatan Cilodong, Kota Depok, Jawa Barat.

Selain itu dia mengatakan, atletik Pelajar yang seusai lulus Sekolah, banyak yang berprofesi sebagai Polisi maupun TNI.

“Untuk atlet senior yang dulunya latihan di Kota Depok sekarang sudah banyak yang jadi Polisi atau TNI, Alhamdulillah,” tandasnya. (rd)

 

Jurnalis : Alifianisa

Editor : Pebri Mulya