Peserta Qatar Aeropress Championship berfoto bersama. FOTO : ISTIMEWA
Peserta Qatar Aeropress Championship berfoto bersama. FOTO : ISTIMEWA

 

QATAR – Mochamad Hafidz Alfikri (28) seorang Barista Indonesia asal Bandung menjadi Juara I pada 2019 Qatar Aeropress Championship, Sabtu (28/9). Kompetisi ini merupakan kejuaran menyeduh kopi bergengsi yang rutin dilangsungkan di Qatar.

Muchamad Hafidz Alfikri yang akrab disapa Ryu, dalam kejuaraan tersebut dia berhasil menyisihkan 70 barista dari berbagai negara. Dengan gelar tersebut, Ryu berhak mengantongi 1 tiket untuk tampil di ajang 2019 Aeropress World Championship  di London, Inggris.

2019 Qatar Aeropress Championship yang digelar oleh Earth Roastery berlangsung di Al Asmakh Tower, Doha, Qatar. Prestasi gemilang Ryu turut disaksikan Dubes RI untuk Qatar, Basri Sidehabi, Staf KBRI Doha, Atase Tenaga Kerja KBRI Doha, Muchamad Yusuf, serta masyarakat pecinta kopi di Qatar. Prestasi Ryu ini turut memperbaiki catatan prestasi barista Indonesia, Galuh Pratama yang meraih peringkat ketiga pada tahun 2018.

Dalam Siaran Pers Biro Humas Kementerian Ketenagakerjaan, Ryu menegaskan keberhasilannya menjadi juara tak lepas dari ketekunannya untuk belajar di berbagai coffee shop, baik di dalam maupun luar negeri.

“Barista senior dan berpengalaman di Daily Breu Bandung, banyak memberi ilmu dan pengalaman berharga,” kata Ryu yang telah merantau ke Qatar selama setahun ini.

Ryu mengungkapkan, sebelum bekerja di Qatar, dia berusaha membuka kedai kopi sendiri. Namun, keinginannya belum bisa terwujud karena berbagai kendala membelitnya. Di luar dugaan, sahabat kerjanya dulu di Daily Breu, Bandung, memberikan informasi untuk melamar kerja di Frame Coffe Shop.

“Saya coba melamar tawaran kerja itu. Alhamdulillah diterima bekerja oleh manajemen Frame,” kata Ryu.

Selama bekerja di Frame Coffee Shop, banyak kesan yang diperoleh putra dari wartawan harian di Bandung tersebut. Tak hanya belajar kopi, Ryu juga banyak mempelajari kultur kopi di Qatar yang dinilai berbeda dan sangat menarik.

“Jumlah barista Indonesia di Qatar memang sedikit. Tetapi mereka semua merangkul dan mengajarkan kultur kopi mereka yang berbeda kepada saya,” kata Ryu.

Ryu berpesan, khususnya kepada barista Indonesia, agar tidak pernah takut untuk mencoba hal baru, meski resiko akan dihadapinya. Ia berpesan agar barista Indonesia tetap berkarya, belajar dan berlatih, karena keberhasilan merupakan buah dari ketekunan dan kerja keras.

“Tidak ada yang instan, semua butuh proses,” ujar Ryu.

Dubes Basri Sidehabi memberikan apresiasi dan bangga atas prestasi yang digapai Ryu. Kesuksesan Ryu, kata Dubes, membuktikan bahwa orang Indonesia (pekerja migran) mampu berkompetisi di ajang internasional.

“Terus tingkatkan kompetensi, percaya diri dan komunikasi yang baik,” pesan Basri.

Sedangkan Atase Tenaga Kerja KBRI Doha, Muchamad Yusuf, menjelaskan, KBRI Doha berkomitmen untuk terus memberikan dukungan agar makin banyak barista Indonesia bisa bekerja di luar negeri, tidak hanya di Qatar.

“Namun juga di berbagai negara, sekaligus menjadi agen mempromosikan kopi-kopi terbaik Indonesia di mancanegara,” ujar Yusuf. (rmol/rd)

 

Editor : Pebri Mulya