PERIKSA : Komisioner Bawaslu Kota Depok, Dede Selamet Permana saat melakukan kroscek data bersama staf Bawaslu Kota Depok. FOTO : ISTIMEWA
PERIKSA : Komisioner Bawaslu Kota Depok, Dede Selamet Permana saat melakukan kroscek data bersama staf Bawaslu Kota Depok. FOTO : ISTIMEWA

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Bawaslu Kota Depok akan konsentrasi penuh melakukan pengawasan pada tiap tahapan Pilkada Depok, yang pencoblosannya pada 23 September 2020 mendatang.

“Wajib dijaga dan yang pasti juga dalam proses pengawasan tidak akan keluar dari jalur aturan yang berlaku,” kata Komisioner Bawaslu Kota Depok, Dede Selamet Permana kepada Radar Depok, Kamis (3/10).

Ia menegaskan, selama ini, Bawaslu Depok mengaku tidak pernah menolak laporan dugaan-dugaan kesalahan baik dari masyarakat maupun anggotanya. Meskipun, pada akhirnya tidak terbukti bahwa laporan tersebut bukanlah pelanggaran.

“Ketika dinyatakan bukan sebuah pelanggaran, itu kami buktikan sesuai prosedur yang berlaku. Dalam penindakan juga kita akan menginduk pada aturan main, kalau di UU pilkada berbeda dengan Pilpres maupun Pileg,” ujarnya.

Ditanya mengenai masalah kerawanan yang mungkin terjadi pada Pilkada 2020, Dede menjelaskan belum bisa memastikan hal tersebut. Namun, berdasarkan analisis sementara diperkirakan hampir sama dengan Pileg dan Pilpres 2018 lalu.

“Kami masih merujuk kemarin indeks kerawanan pemilu kemarin (Pileg dan Pilpres), sampai saat ini belum analisa ulang,” jelasnya.

Pergerakan politik, dengan isu Pemilihan Walikota Depok, diakui Dede sudah mulai terlihat. Pergerakan yang timbul juga simultan.

“Kita masih memperhatikan, untuk mapping dan pengawasan kan butuh rekan-rekan di bawah. Sedangkan kami, belum melakukan perekrutan,” bebernya. (rd)

 

Jurnalis : Ricky Juliansyah

Editor : Pebri Mulya