Foto :  Ketua DPC PPP Kota Depok, Qonita Luthfiyah
Ketua DPC PPP Kota Depok, Qonita Luthfiyah.

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Peristiwa tawuran antar sekolah hingga menyebabkan korban jiwa, dan adanya perusakan gedung sekolah di Kota Depok membuat prihatin sejumlah pihak. Bahkan, Anggota Legislatif berharap hal itu jangan sampai terulang lagi.

Anggota Komisi D DPRD Kota Depok, Qonita Lutfiyah menegaskan, sudah saatnya fenomena tawuran harus menjadi perhatian serius dari pemerintah, terutama OPD terkait.

“Stop tawuran. Sekolah itu tempat menuntut ilmu, membentuk karakter, moral, dan akhlak. Kami minta dinas terkait berikan perhatian khusus atas masalah ini,” ungkap Qonita kepada Radar Depok.

Qonita menilai, aksi tawuran antar pelajar sudah seharusnya dicegah dan dihentikan. Kota Depok mempunyai Perda Layak Anak, Perda Ketahanan Keluarga, serta diklaim sebagai kota religius tetapi kurang terhadap implementasinya.

Meski begitu, Qonita mengingatkan bahwa anak bukan hanya tanggung jawab sekolah saja, melainkan menjadi tanggung jawab bersama.

“Adanya payung hukum berupa Perda, jika berjalan efektif maka semua dapat membentengi melalui aturan-aturannya. Misalnya jam malam, ketertiban lalu lintas, serta jam efektif sekolah,” tegas Qonita.

Senada, Anggota Komisi D DPRD Kota Depok, Farida Rachmayanti mengaku, prihatin atas kondisi pelajar saat ini. Guna mencegah hal itu terulang, ia mengaku bakal terus meningkatkan kualitas pendidikan karakter bagi para pelajar.

“Saya mendorong Dinas Pendidikan agar menerjemahkan kurikulum berbasis kearifan lokal. Sekolah juga perlu menerapkan metode pembelajaran era kekinian, interaktif, dan atraktif agar pelajar semakin happy,” tutur Farida.

Ia mengimbau, agar masyarakat sama-sama saling produktifitas menjaga lingkungan Ramah Anak, agar bersama-sama kita buat ruang ekspresi bagi anak dan remaja. sehingga energi mereka dapat tersalurkan dengan baik.

“Jika sudah terjadi seperti ini, kita perlu membuat efek jera yang mendidik dan menyadarkan, jangan yang menyakiti fisik dan jangan juga yang menghalangi kesempatannya untuk melanjutkan pendidikan. Bila terkait dengan kriminalitas maka pendekatannya anak berhadapan dengan hukum,” tandas Farida.

Dua SMK Liburkan Siswanya

Terpisah, kondisi dua sekolah yakni SMK Izzata dan SMK Arjuna yang sempat dirusak oleh sekelompok orang saat ini masih meliburkan siswanya. Para siswa akan aktif kembali dalam kegiatan belajar mengajar pada Senin (21/10).

“Semua siswa masih kami liburkan. Sebenarnya belum ada waktu yang ditentukan, tapi saya rasa sampai Senin,” ungkap salah satu guru SMK Izzata, AM, kepada Radar Depok.

Insiden penyerangan, kata AM juga berdampak kepada materi yang sudah disusun baik. Namun, karena libur mendadak seperti ini membuat yayasan bersama para guru harus merumuskan kembali materi yang terlewat. “Senin pasti kita rapat guru dengan yayasan membahas masalah insiden dan materi yang terlewatkan,” jelasnya.

Diketahui SMK Izzata dan SMK Arjuna bernaung dalam Yayasan Nurussamsi. AM juga meminta langkah tegas dari yayasan untuk men-drop out siswa yang terlibat aksi tawuran. “langkah ini yang paling tepat untuk membuat jera para pelaku tawuran, bukan hanya di hukum skorsing,” harapnya.

Sementara itu, Kapolsek Pancoranmas, Kompol Triharijadi mengungkapkan sejumlah terduga pelaku pengrusakan dan penyerangan sudah diamankan. Tetapi, semuanya masih di periksa Satreskrim Polresta Depok. “Sudah diamanin beberapa dan sedang pendalaman di Polres,” ucapnya. (rd)

 

Jurnalis : Arnet Kelmanutu (IG : @kelmanutuarnet), Lutviatul Fauziah (IG : @lutviatulfauziah)

Editor : Pebri Mulya