(Untuk Keberlanjutan Ekologi Setu Pengasinan, Kota Depok)

 

Oleh: Ratri Candra Restuti

 

Pengelolaan setu merupakan bagian dari pengelolaan sumberdaya air yang penting untuk kehidupan manusia. Kecenderungan yang terjadi saat ini kualitas dan kuantitas setu mengalami penurunan. Kondisi ini tentunya memerlukan peningkatan peran serta berbagai pihak dalam upaya menjaga keberlanjutan setu-setu yang ada. Penduduk sekitar setu merupakan salah satu pihak yang memiliki interaksi keseharian lebih besar dengan lingkungan setu dibandingkan pihak lainnya. Oleh karena itu menjadi penting mengedukasi penduduk sekitar setu agar lebih memahami kondisi setu dan meningkatkan kesadaran serta kemauan untuk menjaga kelestarian ekologi situ.

Kota Depok yang memiliki luasan wilayah ± 20.029 hektar, 119 hektar (9,2 persen dari luas wilayah) diantaranya merupakan wilayah situ.  Dengan latar belakang tersebut, tim pengabdi dari Departemen Geografi FMIPA Universitas Indonesia melakukan kegiatan Program Aksi Untuk Negeri di Setu Pengasinan, Sawangan sebagai salah satu bentuk upaya Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Tim yang diketuai oleh Dr. Dewi Susiloningtyas, M.Si ini beranggotakan staff pengajar, staff pusat penelitian dan sejumlah mahasiswa melakukan program aksi hijau dengan tema Aplikasi Pengetahuan Spasial Pada Remaja Melalui Pembuatan Produk Permainan Ruang Tematik Patisipatif Untuk Keberlanjutan Ekologi Setu Pengasinan Kota Depok. Program ini diawali dengan melakukan pemetaan kondisi eksisting di lingkungan setu bersama mitra yang kemudian dioleh menjadi papan permainan tematik lengkap dengan tata cara aturan permainan. Hingga acara puncaknya pada Minggu, 13 Oktober bertempat di Joglo Nusantara Heri Gonku Setu Pengasinan para peserta melakukan simulasi permainan ruang tematik Setu Pengasinan.

Acara Simulasi Permainan Ruang Tematik Setu Pengasinan

Pada acara tersebut peserta yang berjumlah 15 orang dengan antusias mengikuti simulasi  permainan ruang tematik. Peserta diajak mengenali kondisi detil sekeliling setu melalui papan permainan tematik yang dimainkan. Setelah acara pembukaan, peserta beserta fasilitator berjalan mengelilingi setu dengan tujuan membentuk ingatan spasial tentang kondisi sekitar setu secara langsung.

Peserta Mengelilingi Lokasi Setu Pengasinan

Pada setiap kotak permainan, peserta akan diminta untuk mengambil 1 kartu, variasi kartunya berupa ide, aksi dan dana kebersihan. Pada kartu ide, peserta diminta untuk mengungkapkan ide yang dapat meningkatkan kelestarian setu.Untuk kartu aksi, peserta diminta melakukan aksi tertentu sesuai dengan kondisi yang termuat dalam kartu (misalnya: memilah sampah, mengumpulkan sampah dsb). Atas setiap aksi ataupun ide yang dilakukan peserta akan mendapatkan sejumlah koin sebagai reward. Sementara untuk kartu dana kebersihan peserta akan diminta membayar sejumlah atas beberapa kondisi  seperti denda karena membakar sampah, ataupun membayar dana kebersihan untuk membersihkan eceng gondok di area setu. Pemenang dari permainan adalah mereka yang dapat mengumpulkan koin terbanyak.

Dengan kegiatan ini, diharapkan para peserta yang berasal dari kalangan remaja akan menjadi lebih memahami kondisi lingkungan setu dan memunculkan motifasi untuk lebih peduli dalam upaya menjaga kelestarian Setu Pengasinan, ungkap Dewi saat menutup acara simulasi permainan berlangsung. (*)