PERANGI NARKOBA : Seluruh pembicara, dari BNND Depok, Kejaksaan Negeri Depok, Komunitas Pemberantasan Narkoba, Aparatur, hingga Aparat hukum saat foto bersama usai sosialisasi bahaya narkoba di Aula Kelurahan Mekarjaya, Sukmajaya. FOTO : ARNET/RADAR DEPOK
PERANGI NARKOBA : Seluruh pembicara, dari BNND Depok, Kejaksaan Negeri Depok, Komunitas Pemberantasan Narkoba, Aparatur, hingga Aparat hukum saat foto bersama usai sosialisasi bahaya narkoba di Aula Kelurahan Mekarjaya, Sukmajaya. FOTO : ARNET/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, SUKMAJAYA – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Depok bekerjasama dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Depok mengadakan penyuluhan bahaya narkoba kepada puluhan pemuda di Kelurahan Mekarjaya, Sukmajaya.

“Target kita pemuda, sekarang lebih 75 orang pemuda seluruh wilayah Mekarjaya,”Jelas Lurah Mekarjaya Zainal Arifin kepada Radar Depok, Minggu (13/10).

Sosialisasi ini melibatkan para kader PKK, Karang Taruna, forum anak, dan PIK-R. Serta ke Sekolah SMA swasta yang ada di Mekarjaya. Zainal yang saat itu didampingi Kasie Penertiban dan Kemasyarakatan, Dermawansyah menegaskan akan memperluas serta meningkatkan sosialisasi ini.

“Tentu kami tidak akan berhenti hanya ini, tindakan juga akan garap. Ini semua untuk mempersemoit peredaran narkoba,” tegasnya.

Sementara, Staf Konselor salah satu lembaga masyarakat terdampak narkoba, Nawawi Hermawan dengan tegas meminta kepada pemerintah menyediakan layanan tempat rehabilitas yang skalanya kecil, yaitu kelurahan.

“Itu sudah menjadi program pemerintah bersama dengan BNN, kalau tidak salah masuk dalam desa,” tegasnya.

Tak hanya itu, Kelurahan juga wajib mengantongi data siapa mantan penggunga atau pengedar narkoba yang berdomisili di wilayahnya, hal ini untuk mengantisipasi dan merawat generasi muda yang salah jalan.

“Wajib semuanya dilakukan. Karena harus diakui Sukmajaya menjadi daerah rawan narkoba, meski titiknya ada diperbatasan Sukmajaya,” tambah Egay sapaan akrab mantan pecadu yang kini aktif memerangi narkoba.

Soal kerawanan Sukmajaya menjadi tempat narkoba alias Zona Merah juga diakui Camat Sukmajaya, Tito Ahmad Riyadi saat dikonfirmasi Radar Depok, ia mengatakan kegiatab ini secara bergiliran di Sukmajaya untuk membersihkan Sukmajaya dari rawa narkoba.

“Ya itu salah satu cari kita melawan narkoba, karena menurut data juga Sukmajaya menjadi wilayah yang rawan,” tutup Tito. (rd)

 

Jurnalis : Arnet Kelmanutu (IG : @kelmanutuarnet)

Editor : Pebri Mulya