PELAJAR : Kepala SMAN 8 Depok, Nurlaely (kiri) saat menggunakan hak suaranya dalam pemilihan Ketua OSIS periode 2019/2020, Rabu (23/10). FOTO : PEBRI/RADAR DEPOK
PELAJAR : Kepala SMAN 8 Depok, Nurlaely (kiri) saat menggunakan hak suaranya dalam pemilihan Ketua OSIS periode 2019/2020, Rabu (23/10). FOTO : PEBRI/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Pelaksanaan pemilihan ketua OSIS di SMAN 8 Depok untuk tahun pelajaran 2019/2020 berlangsung dengan cara yang tidak biasa, Rabu (23/10). Pemungutan suara yang diterapkan SMAN yang berlokasi di JalanĀ  M. Nasir, Kecamatan Cilodong tersebut, dengan sistem E Voting.

Pembina OSIS SMAN 8 Depok, Eka Suryani Sakti mengatakan, ini adalah pertamakalinya SMAN 8 Depok menerapkan sistem E Voting dalam pemilihan Ketua OSIS, dimana sebelumnya masih menggunakan sistem coblos surat suara. Jadi, mencoba memanfaatkan teknologi untuk kegiatan di sekolah.

“Kami mencoba melakukan terobosan dalam berbagai hal, salah satunya dalam kegiatan pemilihan Ketua OSIS yang menerapkan kecanggihan teknologi, yakni E Voting,” ucapnya kepada Radar Depok.

Eka menuturkan, dalam pemilihan tersebut ada tiga pasangan yang maju. Pertama ada Saniyyah dan Alfi Perdana, kedua ada Nabila Putri N. dan Azzahra Fitria A, sedangkan pasangan ketiga ada Ratih Putri Salsabila dan Shelly Virlyanti. Mereka semua adalah siswa kelas XI. Sedangkan yang memiliki hak suara adalah seluruh siswa, guru, dan warga sekolah seluruhnya.

“Total ada 1.150 siswa dan 73 guru dan karyawan, jadi total ada 1.223 suara,” katanya.

Eka menjelaskan, setelah pemilihan pasangan Saniyyah dan Alfi Perdana berhasil meraih suara terbanyak, yakni 481 suara, selisih sedikit dengan urutan keduanya, yakni pasangan Nabila Putri N. dan Azzahra Fitria A yang meraih 431 suara. Sedangkan di posisi ketiga ada pasangan Ratih Putri Salsabila dan Shelly Virlyanti yang mendapatkan 160 suara. Sedangkan total pemilih hak suara yang abstain ada 151 orang.

“Mereka yang terpilih akan mengisi satu periode jabatan Ketua OSIS, yakni tahun pelajaran 2019/2020,” terangnya.

Sementara itu, Kepala SMAN 8 Depok, Nurlaely mengatakan, bukan hanya terobosan dalam hal memanfaatkan teknologi, tetapi ini juga terobosan untuk lingkungan. Karena, dengan menerapkan sistem E Voting tentunya akan mengurangi penggunaan kertas yang selama ini diterapkan dalam pemilihan Ketua OSIS, jadi mengurangi produksi sampah kertas yang berasal dari surat suara.

“Kami ingin menerapkan semua program sekolah berbasis ramah lingkungan, sesuai dengan predikat Sekolah Adiwiyata yang disandang SMAN 8 Depok,” terangnya. (rd)

Jurnalis/Editor : Pebri Mulya