SOSIALISASI : Seluruh ASN dan peserta berfoto usai Penyuluhan pencegahan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), di Aula Kelurahan Cilangkap, Kecamatan Tapos, Kamis (24/10). FOTO : LULU/RADAR DEPOK
SOSIALISASI : Seluruh ASN dan peserta berfoto usai Penyuluhan pencegahan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), di Aula Kelurahan Cilangkap, Kecamatan Tapos, Kamis (24/10). FOTO : LULU/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, TAPOS – Mewujudkan keluarga yang harmonis, Kelurahan Cilangkap, Kecamatan Tapos mengadakan penyuluhan pencegahan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), di aula kantor kelurahan setempat, Kamis (24/10).

Ketua Pokja 1 bidang PKDRT PKK Kota Depok, Linda Gondewa mengatakan, tiap orang berhak memiliki ketahanan dan keharmonisan dalam rumah tangga. Hal tersebut sudah diatur dalam Perda No. 9 Tahun 2017.

“Perda tersebut menyebut, ketahanan keluarga adalah kondisi dinamik suatu keluarga yang memiliki keuletan dan ketangguhan, serta mengandung kemampuan fisik-material dan psikis mental spiritual guna hidup mandiri, dan mengembangkan diri dan keluarganya untuk hidup harmonis dan meningkatkan kesejahteraan lahir dan batin,” tuturnya kepada Radar Depok.

Ia menerangkan, keluarga memiliki delapan fungsi, yaitu keagamaan, sosial budaya, cinta kasih, perlindungan, reproduksi, sosialisasi dan pendidikan, ekonomi dan pembinaan lingkungan.

“Jika semua fungsi dijalankan dengan baik, maka keharmonisan rumah tangga  mudah diperoleh,” lanjut Linda.

Sementara, Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Pengarus Utamaan Gender DPAPMK Kota Depok, Bety Setyorini mengungkapkan, ada beberapa faktor yang dapat menimbulkan KDRT, seperti faktor mental psikologis, faktor pendidikan serta faktor ekomoni dan sosial budaya.

Sedangkan, jenis KDRT ada empat macam, yaitu kekerasan fisik, seperti menampar, memukul dan lainnya, kekerasan mental, seperti, kekerasan verbal berupa kata-kata menyakitkan ataupun bentakan. Kekerasan seksual seperti pemerkosaan, pemaksaan kehamilan serta penyiksaan dalam hubungan intim.

“Sedangkan kekerasan ekomoni berupa penelantaran, larangan bekerja dan tidak memberikan uang yang cukup kepada keluarga,” jelasnya.

Ia menambahkan, penyuluhan ini merupakan upaya mewujudkan Kota Depok sebagai Kota ketahanan keluarga.

“Kami menghimbau kepada seluruh warga agar segera melaporkan jika ada tindakan KDRT di wilayah Cilangkap,” tutupnya. (rd)

 

Jurnalis : Lutviatul Fauziah (IG : @lutviatulfauziah)

Editor : Pebri Mulya