SOSIALISASI : Kelurahan Cimpaeun tengah menggelar sosialisasi stunting dan gizi buruk di aula Kelurahan Cimpaeun, Tapos  Senin (14/10). FOTO : LULU/RADAR DEPOK
SOSIALISASI : Kelurahan Cimpaeun tengah menggelar sosialisasi stunting dan gizi buruk di aula Kelurahan Cimpaeun, Tapos  Senin (14/10). FOTO : LULU/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, TAPOS – Stunting dan gizi buruk merupakan hal yang harus diperhatikan dengan serius. Karenannya, UPTD Puskesmas Tapos bekerjasama denga Kelurahan Cimpaeun menggelar sosialisasi kepada masyarakat, RT, RW serta para kader posyandu untuk memberi pemahaman terhadap stunting dan gizi buruk tersebut.

“Berdasarkan data hasil dari pengumpulan para kader, masalah stunting semakin meningkat. Untuk itu, kami dari tenaga kesehatan berupaya membantu menekan angka stunting dengan melakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar,” ucap kepala UPTD Puskesmas Tapos, Manik Juniarti kepada Radar Depok.

Manik menambahkan, stunting dan gizi buruk dapat dicegah dengan mengintervensi mulai dari makanan ibu hamil, ibu menyusui dengan mengonsumsi makanan yang bergizi.

“Kalau sudah terjadi, jika usia masih dibawah dua tahun maka insya Allah masih bisa di intervensi, untuk itu masyarakat perlu sadar akan bahaya stunting dan gizi buruk,” lanjutnya.

Sementara, Lurah Cimpaeun, Firman Rays mengungkapkan, kegiatan sosialisasi ini sangat baik untuk menambah pengetahuan dan kesadaran masyarakat.

“Orang tua merupakan sumber vital dari terjadinya stunting dan gizi buruk, untuk itu orang tua harus memberikan asi, makanan yang bergizi serta jauhkan anak-anak dari asap rokok,” lanjutnya.

Ia pun berharap agar orang tua, masyarakat, para kader posyandu, RT, RW saling bekerjasama dalam mencegah stunting.

Sekretaris LPM Kelurahan Cimpaeun Andi S mengapresiasi dengan adanya kegiatan sosialisasi stunting dan gizi buruk ini.

“Kegiatan ini merupakan kegiatan yang baik, tetapi harus dilakukan secara berkala agar masyarakat semakin memahami dan dapat mencegah terjadinya stunting dan gizi buruk,” ucap Andi. (rd)

 

Jurnalis : Lulu

Editor : pebri Mulya