KEGIATAN : Lurah Cisalak Pasar, saat mengecek lokasi pembuangan sampah liar di RW 01, Kelurahan Cisalak Pasar, Kecamatan Cimanggis. FOTO : LULU/RADAR DEPOK
KEGIATAN : Lurah Cisalak Pasar, saat mengecek lokasi pembuangan sampah liar di RW 01, Kelurahan Cisalak Pasar, Kecamatan Cimanggis. FOTO : LULU/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, CIMANGGIS – Kelurahan Cisalak Pasar (Cipas), Cimanggis tengah mencari formula yang tepat untuk menanggulangi menumpuknya sampah di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) liar di wilayahnya. Hal tersebut diungkapkan Lurah Cipas, Syahruddin kepada Radar Depok.

Ia mencontohkan, tumpukan sampah di TPS Liar wilayah RW01 menjadi sorotan dan membuat dirinya segera mencari solusi untuk menanggulanginya.

“Untuk itu kami segera eksekusi dan cek lokasi pembuangan sampah liar bersama Ketua TP PKK serta mengadakan giat urun rembuk duduk bareng, antar zona wilayah terdekat (Kelurahan Harjamukti, Curug dan Cisalak Pasar),” kata Syahruddin.

Ia juga mengantisispasi asap dari pembakaran sampah. Bahkan, dirinya sudah melayangkan surat ke Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok untuk dilakukan penyemprotan pada locus asap dan api yang keluar.

“Setelah kami cek lokasi dan mengadakan urun rembuk maka langkah selanjutnya, yaitu tatap muka pendekatan kepada pemilik lahan. Face to face menggali sumber dan menanyakan pointer mau diapakan lahan ini (bangun atau jual), agar tidak dijadikan sebagai tempat pembuangan sampah lagi,” terangnya.

Setelah itu, Syahruddin menambahkan, pihaknya pun telah mengundang pemilik lahan dalam forum Musyawarah dengan menghadirkan LPM, pengurus RW dan pengurus RT setempat serta beberapa tokoh.

“Kesepakatan dari hasil musyawarah kami distribusikan kepada warga melalui surat edaran, perihal tentang larangan pembuangan sampah yang berlokasi di belakang Masjid Al Falah RW01,” katanya.

Solusi yang ia lakukan dinilai sangat efektif dalam menganggulangi pembuangan dan pembakaran sampah secara liar.

“Saya meminta masyarakat lebih menjaga kebersihan lingkungan,” pungkasnya. (cr1)

 

Jurnalis : Lutviatul Fauziah (IG : @lutviatulfauziah)

Editor : Pebri Mulya