Bacalon Walikota Depok, Habib Achmad Riza Alhabsyi.
Bacalon Walikota Depok, Habib Achmad Riza Alhabsyi.

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Salah satu keberhasilan di era Presiden Jokowi adalah lahirnya Hari Santri Nasional, sebuah cita cita para Kyai dan Santri yang telah lama dinanti sebagai bentuk penghargaan terhadap perjuangan para santri dalam mempertahankan jiwa dan raga mereka demi kemerdekaan republik dan pembangunan karakter umat Islam yang mencintai Bangsa dan Negara ini.

Bagi bangsa Indonesia hari santri diperingati setiap tahunnya pada tanggal 22 Oktober berdakatan dengan hari Sumpah Pemuda, bukanlah sebuah kebetulan melainkan adalah sebuah keniscayaan. Karena, kedua hari ini adalah cikal bakal terwujudnya persatuan umat yang menyatu dalam konsep persatuan Nasional yang sangat penting, untuk kita selalu jaga dan kawal bersama ditengah-tengah arus deras persoalan bangsa yang dihadapi.

“Perlu diwaspadai disintegrasi di satu sisi dan intoleransi juga radikalisme, disisi lainnya yang berpotensi menggeroti Ke-bhinneka tunggal Ika-an kita sebagai sebuah bangsa besar yang dipersatukan oleh sebuah garis ideologi Pancasila dan UUD 1945 dalam bingkai NKRI,” ungkap Bakal Calon Walikota Depok, Habib Achmad Riza Alhabsyi kepada Radar Depok.

Lantas bagaimana peranan dan memaknai Hari Santri ini bagi masyarakat kota Depok. Memang saat ini sebutan Santri sudah tidak terpaku pada pelajar yang hanya sekedar memahami ilmu-ilmu agama, seperti fiqh dan ushul fiqh serta ilmu-ilmu penunjangnya seperti nahwu, sharf dan i’lal. Melainkan para santri di era milineal dituntut untuk bisa memahami “ilmu-ilmu dunia” yang bersifat formal dan modern.

Salah satu sisi Kota Depok yang tidak bisa dilepaskan adalah tingkat religiusitas masyarakatnya, ditengah-tengah keberagaman dalam pemahaman serta prilaku beragama. Pola pembinaan dalam bidang pendidikan seyogyanya harus dalam bingkai sudut pandang sosiologis dan antropologis masyarakatnya, sehingga ada hal yang merekat dalam memahami kultur keIslaman selama ini.

“Saat ini ada hal-hal yang seharusnya bisa dirawat, dijaga sebagai tradisi. Namun, karena pola kebijakan pendidikan di Depok tidak bersifat holistik maka terkadang menjadi lebih bersifat seremonial dampaknya adalah terputusnya tatanan tradisional yang ada di Kota Depok,” ucap mantan Wakil Ketua PW Ansor Jawa Barat ini.

Pria yang akrab disapa—Habib Riza—ini menilai, dulu tokoh-tokoh agama lebih dihargai karena kearifan lokal serta ilmu hikmah yang dimiliki. Sehingga apabila terjadi persoalan sosial masyarakat, terkait masalah lingkungan, kenakalan remaja, dan keamanan bisa segera diatasi dengan merujuk kepada para Kyai tradisional yang dihormati. Tetapi kini seiring berkurangnya  perhatian terhadap pola pendidikan Islam tradisional yang tergerus dengan perkembangan dan perubahan tatanan masyarakat maka semua ini menjadikan tanggung jawab langsung aparat pemerintah dan penegak hukum.

“Maka dalam memperingati Hari Santri, tugas kita hari ini adalah memaknai kembali Resolusi Jihad, dengan mentransformasi jihad sebagai menjaga kemajemukan mengawal perdamaian melawan segala bentuk anarkisme, radikalisme dan terorisme yang bertentangan dengan Pancasila dan NKRI,” tegas Habib Riza.

Artinya, jihad memerangi kemiskinan, kebodohan dan ketertinggalan. Jihad menjaga keluarga dari narkoba, dan bersama-sama menjadikan kota Depok sebagai Kota yang bersih dari peredaran Narkoba. Selain itu, mampu merefleksikan keteladanan KH. Muhammad Hasyim Asy’ari sebagai sosok kiai yang sepanjang hayatnya tetap menisbatkan dirinya sebagai santri. “Sikap santri inilah yang melahirkan sikap tawaddu’ dan juga rendah hati di hadapan siapapun,” tutur Habib Riza

Habib Riza mengatakan, kita harus lebih bersyukur memiliki seorang ulama yang bukan saja jernih melihat. Tetapi juga cerdas bertindak, dan teguh dalam memegang prinsip. KH. Muhammad Hasyim Asy’ari tidak lahir kemudian menjadi tokoh begitu saja. Hadratussyeikh sebagaimana lazimnya manusia lainnya, digembleng melalui pendidikan agama yang penuh kedisiplinan dan ketaatan.

“Hari Santri 22 Oktober adalah milik semua golongan. Marilah kita jadikan sebagai tonggak untuk bersatu. Mari kita songsong kehidupan Kota Depok yang lebih baik, yang maslahah untuk semua. Selamat Hari Santri,” pungkas Habib Riza. (rd)

 

Jurnalis :  M. Agung HR (IG : @agungimpresi)

Editor : Pebri Mulya