ILUSTRASI: Pegawai Disdukcapil Kota Depok memusnahkan blangko KTP-El yang sudah rusak di Balaikota Depok, beberapa waktu lalu.
ILUSTRASI: Pegawai Disdukcapil Kota Depok memusnahkan blangko KTP-El yang sudah rusak di Balaikota Depok, beberapa waktu lalu.

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Proses pembuatan KTP Elektronik (KTP-El) hingga saat ini masih terkendala, yaitu kekurangan blangko dan tinta.

Pada 2019, di Kota Depok masih ada 78 ribu warga Depok yang belum mempunyai KTP-El. Padahal, mereka sudah melakukan perekaman sejak jauh hari.

Kasi Identitas Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Depok, Jaka menuturkan, pada 2019, Kota Depok memperoleh jatah blangko 133.500 keping blangko dari total 16 juta blangko yang disiapkan pemerintah untuk seluruh kabupaten/kota.

Namun, jumlah tersebut lanjut Jaka, belum bisa memenuhi kebutuhan blangko di kota Belimbing ini.

“Pada September kami mencatat ada 78 ribu pemohon, belum bisa mencetak KTP-El. Padahal setiap hari jumlah pemohon terus bertambah,” terang Jaka kepada Radar Depok, Rabu (23/10).

Menurutnya, blangko KTP-El adalah masalah nasional. Sebab bukan hanya Depok saja yang mengalami kekurangan, tapi seluruh Kota dan Kabupaten di Indonesia mengalami hal yang sama.

“Saat ini Pemerintah melalui Kemendagri sudah mengeluarkan surat edaran yang menyatakan blangko habis untuk tahun ini,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, tahun ini juga akan dibuatkan APBN tambahan untuk pengadaan blangko sebanyak dua juta keping untuk seluruh kabupaten dan kota. Namun dia merasa pesimis blangko tambahan tersebut bisa mengcover kebutuhan Kota Depok.

“Dari dua juta itu, kemungkingan Depok kebagian dua ribu keping. Itu juga belum bisa memenuhi kebutuhan di sini,” bebernya.

Dia menambahkan, tahun depan ada informasi yang didapat. Jumlah blangko KTP-El nasional akan bertambah menjadi 40 juta keping. Kemungkinan jumlah blangko untuk Depok juga bertambah banyak.

“Semoga tahun depan bisa dapat porsi blangko lebih besar juga,” pungkasnya. (rd)

 

Blangko yang Disediakan di 2019:

16 Juta Keping

 

Jatah Depok:

133.500 Keping

 

Kekurangan:

78 Ribu Keping

 

Tambahan APBN:

2 Juta Keping

 

Jatah Depok:

2.000 Keping

 

Jurnalis : Indra Abertnego Siregar (IG : @regarindra)

Editor : Pebri Mulya