JAGA TETAP BUGAR: Puluhan anggota senam jantung sehat memeriksa kondisi kesehatan saat Peringatan Hari Jantung Sedunia bersama Rumah Sakit UI, di Lapangan Balaikota, Minggu (6/10). FOTO : SANI/RADAR DEPOK
JAGA TETAP BUGAR : Puluhan anggota senam jantung sehat memeriksa kondisi kesehatan saat Peringatan Hari Jantung Sedunia bersama Rumah Sakit UI, di Lapangan Balaikota, Minggu (6/10). FOTO : SANI/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Gaya hidup tidak sehat menjadi pemicu utama seseorang terserang penyakit jantung. Konsumsi makanan tradisional mulai digantikan dengan makanan berlemak tinggi. Penyakit jantung saat ini menempati urutan pertama di Indonesia dan dunia, sebagai penyumbang angka kematian tertinggi.

“Angka kematian akibat penyakit jantung akan terus meningkat, selama faktor risiko penyebab penyakit jantung koroner belum bisa dikendalikan secara optimal,” kata Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Rumah Sakit Universitas Indonesia, dr Dian Zamrowi kepada Radar Depok, di Balaikota Depok, Minggu (6/10).

Dia menjelaskan, penyakit jantung di ‘jaman now’ dalam skala nasional sudah mulai beralih menyerang usia muda. Karena tingginya konsumsi makanan siap saji oleh anak muda lebih tidak teratur dibanding orang dewasa.

Serangan jantung terjadi apabila ada penyumbatan pada pembuluh darah koroner, yang berfungsi memberikan makanan ke otot jantung. Penyumbatan ini juga terjadi karena ada kerusakan pada pembuluh darah koroner, sehingga terjadi pembentukan plak atau kerak.

“Kurang olahraga bisa menjadi faktor yang mendasar pembentukan plak disamping faktor umur, keturunan dan jenis kelamin. Dimana laki-laki lebih berisiko terhadap penyakit jantung koroner,” jelas Dian.

Selain kurang olahraga, hipertensi, diabetes, kolesterol, merokok, dan kegemukan juga berisiko terserang penyakit jantung. Disamping memerlukan penanganan cepat saat serangan jantung, tapi yang paling diutamakan adalah pencegahan.

Guna memudahkan masyarakat mengingat pentingnya menjaga kesehatan agar tidak terserang penyakit jantung. Dian Zamrowi memberikan lima tips yang disingkat dengan kata ‘Sehat’.

“S: Seimbang gizi yang artinya tidak mengkonsumsi lemak dan karbohidrat secara berlebihan untuk mengendalikan kolesterol dan Diabetes. E: Enyahkan rokok, H: Hindari stress dengan lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT, A: Awasi tekanan darah untuk mengendalikan Hipertensi, dan T: Teratur berolah raga seperti kegiatan olah raga senam jantung sehat,” papar Dian.

Selain tips-tips itu, senam jantung sehat juga dapat menjaga tubuh tetap bugar dan terhindar dari serangan jantung. Puluhan anggota Klub Jantung Sehat se-Kota Depok mengikuti kegiatan senam Jantung Sehat di Lapangan Balaikota, Minggu (6/10).

Senam yang dihadiri oleh mayoritas ibu-ibu tersebut dimulai pukul 06:30, turut dihadiri Kepala Dinas Pemuda Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kota Depok, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Depok, dan Ketua Koni dan anggota DPRD Depok.

Rumah Sakit Universitas Indonesia (RS UI) juga memberikan pemeriksaan kesehatan gratis kepada peserta senam jantung sehat. Pada sesi pemeriksaan, peserta mengecek tensi darah dan screening jantung. Serta konsultasi dengan dokter spesialis untuk mengetahui risiko tingkat kesehatan jantung. (rd)

 

Jurnalis : Nur Aprida Sani (IG : @apridasani)

Editor : Pebri Mulya