MEMBANGUN : Suasana saat diskusi bertajuk ‘Gerakan Warganet Menangkal Hoax Demi Persatuan Bangsa dan Suksesnya Pemerintahan 5 Tahun Kedepan’ dilaksanakan di salah satu rumah makan di bilangan Margonda, Depok, Jumat (25/10). FOTO : RICKY/RADAR DEPOK

 

Hoax menjelma menjadi momok yang dapat merusak kondusifitas, tidak hanya di skala lingkungan, tetapi dari nasional hingga internasional. Karenannya, sejumlah komponen masyarakat Depok mengadakan Diskusi bertajuk ‘Gerakan Warganet Menangkal Hoax Demi Persatuan Bangsa dan Suksesnya Pemerintahan 5 Tahun Kedepan’ dilaksanakan di salah satu rumah makan di bilangan Margonda, Depok, Jumat (25/10).

Laporan : Ricky Juliansyah

RADARDEPOK.COM – Kami Warganet dan Jurnalis Pesantren menyatakan :

Satu, siap menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)  berdasarkan Pancasila Dan Undang – Undang Dasar 1945 serta merawat Kebhinekaan demi persatuan Indonesia.

Dua, siap melawan berita hoax, ujaran kebencian atas dasar SARA, maupun penyebaran radikalisme di media publik dengan memproduksi konten-konten positif, yang menumbuhkan optimisme dan keunggulan bangsa serta semangat persatuan nasional.

Tiga, siap bergotong royong menjaga kondusifitas di ruang media publik, demi suksesnya program pemerintah dan Keberlanjutan Pembangunan lima tahun Kedepan menuju Indonesia maju.

Demikian tiga poin deklarasi yang digaungkan usai Komunitas pegiat media sosial Depok, dari kalangan youtuber, blogger dan para content creator bersama insan media yang tergabung dalam forum jurnalis pesantren melakukan diskusi dan deklarasi gerakan melawan hoaks melalui penyebaran konten positif dalam rangka ikut berkontribusi mensukseskan program pembangunan nasional 5 tahun mendatang.

Gerakan itu untuk mengedukasi dan mengajak masyarakat agar lebih bijak dalam mencerna informasi dan aktif memposting konten positif yang menumbuhkan optimisme serta rasa persatuan demi suksesnya pemerintahan lima tahun kedepan.

“Peran Warganet diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap tumbuhnya optimisme bangsa dalam mensukseskan berbagai program pemerintahan nasional karena ranah media sosial terbukti menjadi penggerak utama dalam menghasilkan beragam opini, wacana dan kesadaran masyarakat terhadap sesuatu yang terjadi dan berjalan seperti pelaksanaan pembangunan nasional” kata Ketua Panitia Diskusi ,Hafyz Marshal.

Diskusi tersebut menghadirkan narasumber yang kredibel di bidangnya, seperti pengamat politik Universitas Indonesia (UI) Arbi Sanit yang mengatakan, hoax mengambil kebebasan berpendapat , diperlukan sebuah upaya dan komitmen bersama, untuk melawan hoax di era milenial.

“Salah satu cara yang mungkin adalah mengajak warganet lebih kritis terhadap informasi dan terus memberikan literasi cerdas sehingga tumbuh kesadaran bahwa dunia maya dioptimalkan untuk posting posting tentang kemajuan dan keunggulsn bangsa,” kata Arbi Sanit.

Sementara, Pengamat Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Indra Samego mengajak seluruh warga untuk berkontribusi dalam kemajuan bangsa dengan ikut berperan melawan hoax.

“Saya sebagai peneliti dan akademisi mengimbau agar para masyarakat memfilter berita yang diterima jika tidak jelas sumbernya dan meraguksn isinya apalagi berita hoax, Pasalnya media sosial menawarkan hal yang baru bagi Warganet saat ini tapi belum tentu hal yang benar” ucap Indra Samego.

Agenda itu pun turut dihadiri Ketua DPD PKS Kota Depok yang juga Anggota DPRD Kota Depok, Moh. Hafid Nasir. Ia mengajak milineal agar melek informasi dan kritis terhadap informasi yang beredar di dunia maya.

“Saring sebelum sharing, saya mengajak insan muda agar berkolaborasi mendukung gerakan melawan hoax dan isu propaganda negatif, agar kedepan kita bisa awasi dan dukung program pembangunan pemerintahan mendatang” ujar Nasir didampingi Anggota Fraksi PKS DPRD Kota Depok, Khairullah.

Dari insan media yang tergabung dalam Forum Jurnalis Pesantren, Lukman Hakim selaku koordinator mengatakan, pihaknya siap dan solid dengan pemberitaan tanpa hoax.

“Insan media solid untuk menjaga pemberitaan yang benar, dan media harus bisa mengedukasi dan menjadi garda terdepan melawan hoax demi persatuan bangsa” kata Lukman.

Pada kesempatan yang sama, CEO media KabarDepok, Utoyo Harjito menyarankan agar media memainkan peran pentingnya guna mencegah provokasi yang memecah belah bangsa dan menghambat program pembangunan nasional.

“Media harus memberitakan konten-konten dan narasi yang menumbuhkan optimisme dengan mengajak semua komponen bangsa untuk merajut persatuan dan mensukseskan agenda pembangunan nasional” ucap Utoyo. (*)

 

Editor : Pebri Mulya