CEKLOKASI : Pengurus Lingkungan RT1/9 bersama pengurus LPM Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan, berada di rumah kontrakan terduga teroris Budi Supriyadi, Sabtu (26/10). FOTO : DICKY/RADARDEPOK
CEK LOKASI : Pengurus Lingkungan RT1/9 bersama pengurus LPM Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan, berada di rumah kontrakan terduga teroris Budi Supriyadi, Sabtu (26/10). FOTO : DICKY/RADARDEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Warga Di Jalan H Saabah RT1/9 Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan, dikejutkan kedatangan tim gabungan dari Densus 88 Mabes Polri, Polresta Depok, dan Polsek Sawangan. Sabtu (26/10) pukul 08.00 wib.

Mereka memeriksa rumah kontrakan yang menjadi tempat tinggal terduga teroris berinisial BS alias Mang Eep alias Abu Hafish (41).

“Penangkapan dan penggeledahan terduga teroris, dilakukan tim Densus 88 dan Polda Metro Jaya,” terang Kapolres Metro Depok, AKBP Azis Andriansyah.

Terpisah, Ketua RT1/9 Kelurahan Bedahan, Naim Latif mengatakan, setibanya di lokasi Densus langsung mensterilkan rumah kontrakan yang ditempati seorang perempuan bernama FS bersama kedua anaknya, dan memeriksa isi rumah.

“Kami baru tahu bahwa FS merupakan istri dari terduga teroris BS,” ujar Naim kepada Radar Depok.

Naim menuturkan, dari rumah tersebut tim Densus membawa sejumlah barang, yaitu samurai, handphone, charger, dan Handy Talk. Sekitar pukul 10.30 anggota Densus 88 telah meninggalkan rumah kontrakan yang sebelumnya sempat diberi garis polisi.

Selain itu lanjut Naim, FS merupakan istri ketiga dan pernah tinggal di Kelurahan Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa. BS dan FS jarang bersosialisasi dengan warga. Bahkan di setiap kegiatan lingkungan tak pernah berbaur.

Naim mengaku, sempat menanyakan BS kepada FS karena jarang ada di rumah. “Kami akan memperketat pendataan keluarga di lingkungan kami, agar tidak terulang kembali dilingkungan kami,” tegas Naim.

Ketua LPM Kelurahan Bedahan periode 2017-2019, Mahrudin mengatakan, penggerebekan rumah kontrakan sempat jadi perhatian warga. “Warga sempat berkumpul di lokasi lihat penggerebekan,” tuturnya.

Di sisi lain, Mahrudin tidak mengetahui latar belakang keluarga BS. Dalam keseharian istri BS selalu menggunakan cadar bila keluar rumah, dan kerap berjualan susu kedelai guna memenuhi kebutuhan hidup. “Kesehariannya berjualan susu kedelai buat biaya hidup, karena suaminya jarang pulang,” tutur Mahrudin.

Sebelumnya, tim Densus menangkap BS di Jalan Swadaya Dua RW6 Kelurahan Sawangan. Rumah tersebut merupakan tempat tinggal mertuanya berinisial PN. Warga sekitar, Burhan menuturkan, penangkapan BS mengagetkan warga. “Kaget juga, polisi datang menutup akses jalan di sekitar penangkapan,” tutur Burhan.

BS dikenal warga sebagai ahli akupuntur membuka pengobatan dan penjual es. Ketika penggerebekan, di rumah tersebut hanya ada BS dan kedua istrinya.

Di rumah itu polisi juga menyita telepon genggam, pasport, dan buku tabungan. Diduga BS pernah mengikuti idad atau kegiatan paramiliter bersama Pok JAD di gunung Papandayan Garut, dan gunung Cermai. Terlibat berbaiat kepada Abu Bakar Albaghdadi. Ia juga diduga terlibat dalam rencana kelompok Endang terkait pembuatan bom untuk amaliyah.

Selain BS, tim Densus juga mengamankan terduga teroris lainnya berinisial AR, di dalam warteg Jalan Raya Gandul, Kecamatan Cinere, Kota Depok. AR disebutkan masih berbaiat kepada Abu Bakar Albaghdadi. Di tangannya petugas menyita satu buah handphone. (rd)

 

Jurnalis : Dicky Agung Prihanto (IG : @iky_slank)

Editor : Pebri Mulya