RILIS KASUS : Kapolresta Depok, Azis Andriansyah dan Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna melakukan rilis ungkap kasus ganja 38 Kg, di Mapolresta Depok, Senin (14/10). FOTO : JUNIOR/RADAR DEPOK
RILIS KASUS : Kapolresta Depok, Azis Andriansyah dan Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna melakukan rilis ungkap kasus ganja 38 Kg, di Mapolresta Depok, Senin (14/10). FOTO : JUNIOR/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK Satuan Reserse Narkoba Polresta Depok masih melakukan penyelidikan mendalam kepada FF (19) dan MFS (16), dua remaja yang kedapatan menyimpan 38 KG ganja siap edar.

Seperti diketahui, mereka ditangkap di wilayah Kelurahan Rangkapan Jaya, Pancoranmas, Minggu (6/10) sekitar pukul 01:00 WIB. Kapolresta Depok, AKBP Azis Andriansyah mengaku cukup kaget. Karena berdasarkan hasil pemeriksaan, salah seorang pelaku masih berstatus pelajar.

“Dia (salah seorang pelaku) masih sekolah di Depok,” ungkap Azis saat menggelar rilis pengungkapan kasus, di Mapolresta Depok, Senin (14/10).

Ia menambahkan, penangkapan FF merupakan hasil pengembangan kasus. Sebelumnya, lebih dulu polisi mengamankan MFS, selaku kurir narkoba.

Lebih jauh, sambung dia, untuk sementara motif yang ditangkap adalah soal uang. Pelaku mengaku tergoda dengan upah yang dijanjikan.

“Mereka tergiur untuk mendapatkan hasil dari penjualan tersebut,” tambah Azis. Untuk 1 Kg ganja yang dikirim, pelaku menerima uang sebesar Rp500 ribu.

Semula, para pelaku ini hanyalah pemakai saja. Tapi lambat laun, keduanya memperoleh jaringah untuk perdagangan narkoba. Khususnya dalam hal ganja.

Ia menambahkan, pelaku berhubungan dengan jaringan narkoba dari lembaga pemasyarakatan (Lapas). Pihaknya masih akan terus menggali keterangan, guna mencari potensi pelaku lain. Termasuk aktor yang berada di Lapas. “Kami berkomitmen melawan narkoba,” tegasnya.

Dari pengungkapan kasus ini, polisi mendapati puluhan kilogram ganja yang sudah dikemas oleh tersangka untuk diedarkan. Beberapa barang bukti yang berhasil diamankan adalah satu buah kardus berisi lima bungkus ganja dilakban coklat, satu kardus berisi sembilan bungkus ganja dilakban coklat, satu kardus berisi 16 bungkus ganja dilakban warna coklat.

Lalu, satu buah plastik merah berisi tujuh bungkus kertas warna coklat berisi ganja dilakban coklat, satu plastik warna hitam berisi dua bungkus kertas warna coklat berisi ganja ukuran besar, enam bungkus kertas warna coklat berisi ganja ukuran kecil dengan berat brutto 38.667 gram (38 Kg).

Atas perbuatannya tersebut, tersangka FF akan dikenakan Pasal 114 ayat 2 Undang – Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukuman maksimalnya penjara seumur hidup atau hukuman mati.

Masih di lokasi yang sama, Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna mengaku cukup kaget dengan pengungkapan kasus ini. Lebih-lebih, pelakunya masih remaja. Dari kasus ini, pihaknya akan semakin berkomitmen memberantas barang haram itu di masyarakat, khususnya wilayah Depok.

Dirinya pun berjanji akan mendorong tes urine kepada pelajar. Akan dilakukan serentak. Hal ini sebagai bentuk pencegahan narkoba menyentuh generasi penerus bangsa.

“Saya juga meminta kepada orang tua untuk lebih lagi memperhatikan buah hatinya. Narkoba memang sudah mengincar generasi muda kita,” pungkasnya. (jun)

 

Jurnalis : Junior Williandro

Editor : Pebri Mulya