PESAN : Kasi TPK Bidang Pembinaan SD, Awang Abdurahman sedang memberikan sambutan dalam kegiatan Pelatihan Guru Bersama School for Refugees di Gedung PGRI Kecamatan Sawangan, Jumat (25/10). FOTO : PEBRI/RADAR DEPOK
PESAN : Kasi TPK Bidang Pembinaan SD, Awang Abdurahman sedang memberikan sambutan dalam kegiatan Pelatihan Guru Bersama School for Refugees di Gedung PGRI Kecamatan Sawangan, Jumat (25/10). FOTO : PEBRI/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, SAWANGAN – Kasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan (TPK) Bidang Pembinaan SD di Dinas Pendidikan Kota Depok, Awang Abdurahman berpendapat ada empat peningkatan kompetensi guru yang sangat penting, tetapi jarang dilakukan oleh guru. Dimana, empat hal tersebut, berkaitan dengan pengembangan diri dalam menjalankan profesi guru.

Awang menjelaskan, pertama adalah publikasi ilmiah yang masih sangat minim dilakukan oleh guru. Jadi, guru membuat karya ilmiah tentang dunia pendidikan, lalu mempublikasikannya melalui media atau surat kabar. Itu sangat penting, karena berpengaruh pada eksistensi dirinya dan sejauh mana rekam jejak kemampuannya.

“Masih minim guru yang membuat karya tulis ilmiah. Jadi, mereka hanya menjalankan profesinya saja di sekolah,” ucapnya kepada Radar Depok usai memberikan sambutan dalam kegiatan Pelatihan Guru Bersama School for Refugees di Gedung PGRI Kecamatan Sawangan, Jumat (25/10).

Kedua, menurut Awang adalah inovasi pembelajaran yang juga jarang dilakukan oleh guru. Jadi, guru melakukan pengembangan-pengembangan materi pembelajaran. Tentunya, tidak terlepas dari dasar Kurikulum 2013. Hal itu sesuai dengan sifat dari dunia pendidikan yang selalu bersifat dinamis, dan guru harus terus menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan tersebut.

Ketiga adalah melaksanakan diklat fungsional. Hal ini seperti mengikuti kegiatan workshop, bintek, seminar dan berbagai kegiatan sejenisnya. Selama ini menurut Awang, guru yang mengikuti kegiatan tersebut, guru yang itu-itu saja. Hal itu membuktikan belum ada keinginan dari guru secara keseluruhan untuk mengikuti diklat fungsional.

“Padahal itu sangat penting untuk menambah daftar sertifikat diklat fungsional yang berpengaruh pada saat kenaikan pangkat ASN,” tuturnya.

Yang Keempat adalah Kegiatan Kolektif, Kegiatan Kolektif yg dimaksud adalah Kelompok Kerja Guru (KKG). Namun, sayangnya kegiatan tersebut sepertinya jarang dilakukan, padahal KKG adalah ‘Bengkel Guru’. Disini guru bisa jadi wadah berbagi untuk mempersiapkan bahan ajar yang menarik.

“Kalau saja Kegiatan KKG bisa aktif, maka Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) yang dilakukan guru di dalam kelas akan semakin kaya, dan KBM akan semakin bermakna. Dan yang tidak kalah pentingnya, ketika KKG aktif guru-guru akan mendapatkan sertifikat Pengembangan diri untuk persyaratan Kenaikan pangkatnya,” tuturnya.

Masih menurut Awang, diharapkan semua Gugus KKG dapat melaksanakan Revitalisasi Gugus KKG-nya agar benar-benar berdaya dan bermanfaat untuk guru dan seluruh peserta didik yang dibimbingnya.

“Keempat hal ini, tentunya akan berpengaruh pada kompetensi guru. Jadi, ada baiknya guru melakukan hal tersebut untuk pengembangan diri,” terangnya. (rd)

 

Jurnalis/Editor : Pebri Mulya