ILUSTRASI: Gedung Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. FOTO : ISTIMEWA
ILUSTRASI: Gedung Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. FOTO : ISTIMEWA

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Memperingati Hari Paliatif Sedunia tahun 2019, Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), melalui Divisi Psikosomatik dan Paliatif Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI menggelar kegiatan Penyuluhan Kesehatan bertajuk Edukasi Kesehatan Paliatif-Psikosomatik.

Ketua YKI DKI Jakarta, Fery Farhati Anies Baswedan beserta Dekan FKUI Prof. Ari Fahrial Syam, hadir dalam pembukaan kegiatan Pengabdian Masyarakat (Pengmas) FKUI pada Rabu (23/10) di Graha YKI DKI Jakarta, Sunter.

Ketua Tim Pengmas FKUI Rudi Putranto menuturkan, kegiatan ini dilatarbelakangi atas Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) pada tahun 2018, yang menunjukkan bahwa ada kecenderungan peningkatan prevalensi penyakit tidak menular di Indonesia termasuk di DKI Jakarta, seperti penyakit jantung, kencing manis dan kanker. Masalah kesehatan lain yang dapat ditemukan adalah gangguan psikosomatik dan paliatif pada pasien dengan penyakit kronis. Untuk itu, sebagai bentuk kepedulian civitas akademika terhadap masalah kesehatan masyarakat di DKI Jakarta maka dirasa perlu diadakan sebuah program untuk mengedukasi dan memberdayakan masyarakat sehingga memahami dan mengenali gejala serta pengelolaan gangguan psikosomatik dan paliatif pada penderita.

“Mengingat perawatan paliatif bukan hanya sekedar merawat penyakit, melainkan lebih dalam lagi – khususnya sisi emosional pasien,” ungkap Rudi.

Tim Pengmas FKUI menggandeng Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo, Yayasan Kanker Indonesia (YKI) serta menghadirkan para ahli sebagai pembicara, yaitu Hamzah Shatri, Rudi Putranto, Wulyo Rajabto, dan Ns. Suhwastuti, serta Ns Mediana. Adapun peserta penyuluhan merupakan warga masyarakat yang bersinggungan langsung dengan pasien yang akan dibina guna menjadi kader masyarakat.

Peringatan hari paliatif sedunia tahun ini mengangkat tema “Perawatan saya, adalah hak saya”. Perawatan Paliatif merupakan pelayanan kepada pasien yang penyakitnya sudah tidak bereaksi terhadap pengobatan kuratif, atau tidak dapat disembuhkan secara medis (stadium akhir).

“Penyakit jantung, kencing manis dan kanker yang bersifat kronis progresif merupakan sejumlah penyakit yang memerlukan perawatan paliatif-psikosomatik, di samping kegiatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif,” tuturnya.

Tim Pengmas FKUI berupaya mengedukasi para kader terkait Perawatan Kesehatan Paliatif–psikosomatik yang menekankan pada kualitas hidup pasien yang berfokus pada meringankan gejala serta memperbaiki fungsi. Diharapkan kegiatan ini dapat membuka wawasan masyarakat tentang makna kesehatan paliatif dan psikosomatik serta meningkatkan dukungan keluarga agar terjadi peningkatan kualitas hidup pada pasien.

“Diharapkan, program Pengmas ini dapat hadir memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat khususnya di dalam mendukung kualitas hidup pasien beserta keluarganya serta meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia dan pembangunan Nasional,” pungkasnya. (rd)

 

Jurnalis : M. Agung HR (IG : @agungimpresi)

Editor : Pebri Mulya